Ganjar Pranowo: Tidak Tahu Jokowi Ingin Bertemu Megawati, Mungkin Karena Kampanye

Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kini dikabarkan mengalami retak (Sumber foto : Kompas.id)
Hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kini dikabarkan mengalami retak (Sumber foto : Kompas.id)

Jurnalindo.com, – Calon Presiden Pemilu 2024, Ganjar Pranowo, mengaku bahwa banyak pihak telah menanyakan kabar mengenai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Ganjar, yang merupakan kader dan capres nomor urut 3 yang diusung oleh PDIP, menegaskan bahwa ia tidak mengetahui informasi tersebut dan menegaskan bahwa ia mendapatkan informasinya melalui media.

Dialog yang Belum Terjadi

Ganjar menjelaskan bahwa banyak orang yang mendekatinya untuk menanyakan hal tersebut, terutama mengingat posisinya dalam partai dan sebagai calon presiden yang diusung oleh PDIP. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada pembicaraan atau dialog terkait pertemuan antara Jokowi dan Megawati yang telah terjadi. Ganjar mengklarifikasi bahwa ia belum menerima informasi resmi atau pemberitahuan langsung tentang rencana pertemuan tersebut.

Ketidakhadiran Jokowi pada HUT PDI Perjuangan

Ganjar juga membahas ketidakhadiran Jokowi pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDI Perjuangan pada 10 Januari lalu. Ia mengungkapkan bahwa Megawati tidak menyebutkan atau menyinggung tentang ketidakhadiran Jokowi selama pertemuan di Bandung maupun dalam perayaan ulang tahun partai. Ganjar mencatat bahwa pada perayaan HUT Megawati yang ke-77, Jokowi mengirimkan karangan bunga, namun pada perayaan HUT PDI Perjuangan, Jokowi tidak memberikan ucapan selamat dan karangan bunga.

Kesalahan yang Mungkin Lupa

Ganjar mencoba memberikan penjelasan atas ketidakhadiran ucapan dan karangan bunga dari Jokowi. Ia berpendapat bahwa kemungkinan Jokowi lupa untuk mengirimkan karangan bunga pada perayaan HUT PDI Perjuangan. Ganjar membandingkannya dengan perayaan HUT ke-77 Megawati di mana Jokowi mengirimkan karangan bunga, dan menunjukkan bahwa hubungan pribadi antara keduanya cukup baik.

Kampanye Sebagai Faktor Pengaruh

Ganjar menyampaikan pandangannya bahwa saat ini ia sedang berada dalam periode kampanye, dan mungkin Megawati tidak ingin mengganggu kesibukannya. Menurutnya, jika Jokowi benar-benar ingin bertemu Megawati, ia akan langsung menghubunginya. Ganjar mencoba untuk memahami situasi tersebut dengan memberikan penjelasan bahwa hubungan politik dan personal antara keduanya tetap baik.

Kesimpulan

Dalam konteks perjalanan kampanye dan dinamika politik jelang Pemilu 2024, pertemuan antara Jokowi dan Megawati menjadi sorotan. Ganjar Pranowo dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak memiliki informasi terkait hal tersebut, dan kendati ada pertanyaan dari banyak pihak, percakapan atau dialog tentang pertemuan tersebut belum terjadi. Sementara itu, kemungkinan lupa dan kesibukan kampanye menjadi faktor-faktor yang diutarakan oleh Ganjar untuk menjelaskan ketidakhadiran ucapan dan karangan bunga dari Jokowi pada perayaan HUT PDI Perjuangan. (Nada/Jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *