Saya Yakin Ashari Tak Bersalah”: Pria Berkaos Putih yang Ikut Diamankan Polisi Akhirnya Buka Suara

Jurnalindo.com, – Sosok pria berkaos putih yang turut diamankan saat proses penangkapan Kyai Ashari, tersangka kasus dugaan pelecehan seksual santri di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, akhirnya buka suara. Pria tersebut diketahui bernama Kuswandi, rekan dekat Ashari yang diduga membantu pelarian tersangka dari kejaran polisi.

Kuswandi membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan dirinya hanya membantu mencarikan penasihat hukum untuk Ashari, bukan membantu melarikan diri.

“Demi Allah Ashari tidak bersalah. Senin mau dipanggil, dia gak mau datang takut ketangkap. Bukan saya yang nyuruh kabur. Dia maunya jalan-jalan, tidak mau ditahan,” ujar Kuswandi usai menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Pati, Kamis (7/5/2026).

Ia mengaku sempat bertemu langsung dengan Ashari di wilayah Rejenu, Kudus, pada Minggu malam. Dalam pertemuan itu, menurutnya, Ashari menyampaikan ketakutannya untuk menyerahkan diri kepada polisi.

Kuswandi juga mengungkapkan dirinya sempat berada di sebuah hotel di Bekasi sebelum akhirnya didatangi aparat kepolisian untuk dimintai keterangan terkait keberadaan Ashari.

“Saya berangkat dari Bekasi. Analisa saya secara hukum pengacara lama tidak kooperatif. Beliau mau mengganti kuasa hukum dan sudah saya carikan lawyer,” ungkapnya.

Pria yang mengaku telah mengenal Ashari selama sekitar 20 tahun itu menyebut dirinya tetap membantu karena meyakini rekannya tidak bersalah. Bahkan, ia mengklaim sempat membujuk Ashari agar kembali ke Pati dan memenuhi panggilan penyidik.

“Saya ajak dia pulang ke Pati. Saya bantu mencari penasihat hukum. Kalau orangnya benar saya siap membantu karena jiwa Islami. Tuduhan membantu kabur itu tidak benar,” tegas Kuswandi.

Ia juga menyatakan siap mengikuti proses hukum dan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian.

“Saya yakin Ashari tidak berbuat salah. Proses hukum seperti apa kan belum tahu,” imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, Jaka Wahyudi, menegaskan Kuswandi diperiksa karena diduga turut membantu pelarian tersangka.

Menurut Jaka, Kuswandi diduga berperan aktif membantu Ashari menghindari pelacakan aparat selama proses penyidikan berlangsung.

“Jadi Kuswandi membantu tersangka dalam perencanaan, kegiatannya, menghapus jejaknya. Semua dibantu Kuswandi,” ujar Jaka Wahyudi saat konferensi pers di Mapolresta Pati. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *