LBH GP Ansor Grobogan Soroti Dugaan Transaksi Uang dalam Pemilihan Ketum PBNU

Jurnalindo.com, – GROBOGAN – (21/08) Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC GP Ansor Grobogan, Musyafak Kasto, menyoroti proses pemilihan calon Ketua Umum Pengurus BesarNahdlatul Ulama (PBNU). Ia menegaskan, pemilihan pimpinan organisasi harus mengedepankan kualitas intelektual dan integritas, bukan didasarkan pada pemberian uang kepada pemilik suara.

Menurut Musyafak, apabila terdapat kiai dari jajaran Pimpinan Cabang maupun Pimpinan Wilayah NU yang menerima uang dalam proses menentukan pilihan terhadap salah satu calon, maka hal tersebut dinilai dapat merusak marwah organisasi dan awal dari rusaknya moral.

“Kiai-kiai Pimpinan Cabang dan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama yang menerima uang dalam proses memilih salah satu calon, itu rusak semua. Seharusnya calon ketua umum yang dipilih berdasarkan intelektual dan integritas,” tegas Musyafak Kasto.

Ia menilai, pemilihan Ketua Umum NU merupakan momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, proses pemilihan semestinya berlangsung secara bermartabat dengan mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, wawasan keilmuan, serta integritas setiap calon.

Musyafak berharap seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilihan dapat menjaga independensi dan tidak menjadikan kepentingan materi sebagai dasar dalam menentukan pilihan.

“Pemimpin NU ke depan harus lahir dari proses yang sehat dan bermartabat. Yang menjadi pertimbangan utama adalah intelektual, integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap perjuangan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)