Jurnalindo.com, – Momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Simpang Lima Pati, Senin (17/8/2026), sempat diwarnai insiden salah pengucapan Pancasila oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Saat mendapat giliran membacakan teks Pancasila di hadapan peserta upacara, tamu undangan, petugas, dan masyarakat, Chandra keliru mengucapkan sila kedua.
Seharusnya berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Namun, Chandra justru mengucapkan kata “keadilan”.
“Pancasila. Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Keadilan yang Adil dan Beradab,” ujar Chandra saat membacakan Pancasila.
Peserta upacara yang menyadari kekeliruan tersebut kemudian secara spontan mengucapkan sila kedua dengan kalimat yang benar.
“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” ucap peserta upacara.
Suasana sempat terasa canggung. Namun, pembacaan Pancasila kemudian tetap dilanjutkan hingga selesai.
Potongan video momen tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah akun Jurnal Sudewo. Video itu kemudian menyebar dan turut menjadi bahan pemberitaan sejumlah media nasional.
Sehari setelah kejadian, Selasa (18/8/2026), Chandra memberikan penjelasan terkait kesalahan pengucapan tersebut. Ia mengaku kondisi fisiknya sedang tidak fit ketika mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT RI.
“Kondisinya juga sedang nggak enak badan. Pagi hari sudah keringat dingin. Cuma karena posisi 17 Agustus, saya harus kuat, tapi memang fisik manusia tidak bisa di kondisi seperti itu,” jelas Chandra saat ditemui awak media di acara Pesta Rakyat di Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Menurutnya, padatnya rangkaian kegiatan hingga malam hari juga membuat kondisi fisik dan konsentrasinya menurun.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pati maupun masyarakat Indonesia atas kekeliruan tersebut.
“Akhirnya di luar prediksi kami. Jadi saya ucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Pati dan masyarakat Indonesia. Sekali lagi itu tidak sengaja,” katanya.
Chandra menegaskan, kesalahan tersebut terjadi karena kondisi fisiknya yang sedang kurang baik.
“Kondisi bener-bener posisi kurang enak badan. Rangkaian kegiatan sampai malam sehingga konsentrasinya bener-bener berkurang,” pungkasnya.
Momen upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Simpang Lima Pati, Senin (17/8/2026), sempat diwarnai insiden salah pengucapan Pancasila oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Saat mendapat giliran membacakan teks Pancasila di hadapan peserta upacara, tamu undangan, petugas, dan masyarakat, Chandra keliru mengucapkan sila kedua.
Seharusnya berbunyi, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Namun, Chandra justru mengucapkan kata “keadilan”.
“Pancasila. Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Keadilan yang Adil dan Beradab,” ujar Chandra saat membacakan Pancasila.
Peserta upacara yang menyadari kekeliruan tersebut kemudian secara spontan mengucapkan sila kedua dengan kalimat yang benar.
“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” ucap peserta upacara.
Suasana sempat terasa canggung. Namun, pembacaan Pancasila kemudian tetap dilanjutkan hingga selesai.
Potongan video momen tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah akun Jurnal Sudewo. Video itu kemudian menyebar dan turut menjadi bahan pemberitaan sejumlah media nasional.
Sehari setelah kejadian, Selasa (18/8/2026), Chandra memberikan penjelasan terkait kesalahan pengucapan tersebut. Ia mengaku kondisi fisiknya sedang tidak fit ketika mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT RI.
“Kondisinya juga sedang nggak enak badan. Pagi hari sudah keringat dingin. Cuma karena posisi 17 Agustus, saya harus kuat, tapi memang fisik manusia tidak bisa di kondisi seperti itu,” jelas Chandra saat ditemui awak media di acara Pesta Rakyat di Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Menurutnya, padatnya rangkaian kegiatan hingga malam hari juga membuat kondisi fisik dan konsentrasinya menurun.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pati maupun masyarakat Indonesia atas kekeliruan tersebut.
“Akhirnya di luar prediksi kami. Jadi saya ucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Pati dan masyarakat Indonesia. Sekali lagi itu tidak sengaja,” katanya.
Chandra menegaskan, kesalahan tersebut terjadi karena kondisi fisiknya yang sedang kurang baik.
“Kondisi bener-bener posisi kurang enak badan. Rangkaian kegiatan sampai malam sehingga konsentrasinya bener-bener berkurang,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











