Jurnalindo.com, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati bergerak cepat merespons meningkatnya kasus campak di wilayah Bumi Mina Tani. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar imunisasi massal di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kamis (9/4/2026).
Imunisasi ini menyasar anak-anak usia di bawah 7 tahun. Sebanyak 260 anak mendapatkan vaksin campak yang dilaksanakan di tiga titik, yakni balai desa, taman kanak-kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, mengatakan langkah ini diambil setelah ditemukannya sejumlah kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Margorejo.
“Imunisasi campak diberikan kepada 260 anak usia di bawah 7 tahun di tiga titik, karena sebelumnya kami menemukan kasus campak di wilayah Puskesmas Margorejo,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinkes, hingga saat ini tercatat ada 20 kasus campak di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut, 14 kasus berada di Kecamatan Margorejo, termasuk Desa Jambean Kidul.
Meski begitu, Salis menyebut kondisi pasien saat ini berangsur membaik dan tidak ditemukan kasus dengan komplikasi serius.
“Masih 20 kasus, terbanyak di Margorejo ada 14. Dari total tersebut, kondisinya sudah membaik,” jelasnya.
Ia menambahkan, imunisasi ini merupakan langkah antisipatif agar penyebaran campak tidak semakin meluas, sekaligus meminimalkan risiko komplikasi jika anak terinfeksi.
“Ini bentuk antisipasi. Walaupun terkena campak, diharapkan tidak sampai menimbulkan komplikasi,” imbuhnya.
Sementara itu, warga Desa Jambean Kidul menyambut baik pelaksanaan imunisasi tersebut. Salah satunya Elvira, warga setempat yang membawa anaknya untuk divaksin.
“Anak saya umur 3 tahun ikut imunisasi karena disini sudah ada beberapa kasus campak. Saya ingin anak saya punya antibodi supaya lebih kebal,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi layanan yang diberikan oleh petugas kesehatan, yang dinilai ramah dan tidak dipungut biaya.
“Ini sudah yang kedua kalinya ikut imunisasi campak. Pelayanannya ramah dan gratis,” tambahnya.
Pelaksanaan imunisasi berlangsung tertib dan kondusif. Warga tampak antusias mengantri untuk mendapatkan layanan, menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi di tengah ancaman penyebaran penyakit menular. (Juri/Jurnal)











