Jembatan Nyaris Putus Diterjang Banjir, Akses Warga Lumbungmas Terancam Lumpuh

Jurnalindo.com, – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berujung bencana. Tebing atau sayap jembatan desa ambrol pada Senin (31/10/2026), menyebabkan separuh badan jalan tergerus dan menyisakan akses sempit yang rawan dilalui.

Kondisi jembatan kini memprihatinkan. Infrastruktur vital penghubung antar dukuh itu nyaris terputus setelah longsor menggerus bagian sisi jalan. Pondasi sayap jembatan dilaporkan ambrol hingga kedalaman sekitar tiga meter, membuat struktur jembatan kian rentan jika kembali diterjang arus deras.

Kepala Desa Lumbungmas, Sutik, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, hujan deras disertai petir mengguyur wilayah tersebut sejak Senin petang. Tak lama berselang, bagian tebing jembatan yang sebelumnya sudah retak akhirnya runtuh.

“Pas magrib hujan deras, lalu jalan dan sayap jembatan ambrol. Sebelumnya memang sudah retak-retak dan sempat ditambal, tapi tidak kuat menahan debit air,” jelasnya.

Dampak dari kejadian ini langsung terasa. Kendaraan besar seperti truk kini dilarang melintas karena risiko ambles susulan. Jalan hanya bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor, itu pun dengan ekstra hati-hati.

“Dikhawatirkan jika dilewati mobil seperti truk dan lain sebagainya kondisi jalan takut gampang ambrol,”teganya.

Sebagai langkah darurat, warga memasang penanda seadanya berupa batang pohon pisang di sekitar lokasi longsor. Cara sederhana tapi krusial, biar nggak ada yang “nyemplung” gara-gara kondisi jalan yang makin nggak jelas batasnya.

Namun solusi darurat jelas bukan jawaban jangka panjang. Warga mendesak pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Kekhawatiran makin besar karena jika hujan deras kembali turun, bukan tidak mungkin jembatan ini benar-benar putus total dan itu artinya akses warga bisa lumpuh total.

Kalau sudah begitu, bukan cuma soal jalan rusak. Ini soal mobilitas warga, distribusi logistik, sampai potensi isolasi wilayah. Pemerintah nggak bisa santai ini warning keras, bukan sekadar kerusakan biasa. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *