IKA PMII Pati Konsolidasi Kader, Sinyal Politik 2029 Mulai Menguat

Jurnalindo.com, – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Pati menggelar Halal Bihalal sekaligus peringatan Hari Lahir PMII di TPQ Al Ittihad Jatiroto, Kecamatan Kayen, Ahad (12/4/2026).

Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Peran Kader PMII untuk Indonesia Tangguh di Era Global”, acara ini jadi ajang konsolidasi alumni lintas generasi bukan sekedar kumpul nostalgia, tapi juga mempertegas arah gerak organisasi ke depan.

Ketua PC IKA PMII Pati, Ahmad Jukari, menegaskan bahwa pertemuan ini adalah bagian dari upaya menjaga soliditas kader. Ia menyebut, kesederhanaan acara bukan hal utama, melainkan keberlanjutan komunikasi antar alumni.

“Ini kelanjutan pertemuan rutin. Sederhana tidak masalah, yang penting kita bisa tetap terhubung. Terima kasih kepada PAC Kayen yang sudah mempersiapkan dengan maksimal,” ujar Jukari.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pengelolaan organisasi selama ini.

Dari level wilayah, perwakilan PW IKA PMII Jawa Tengah, Muh Zen, memaparkan progres organisasi yang terbilang hampir merata. Dari 35 kabupaten/kota, sebanyak 33 daerah sudah memiliki kepengurusan cabang.

“Tinggal Kota Magelang dan Wonogiri. Kami juga berharap di Pati, 21 PAC bisa segera terbentuk semua,” ungkapnya.

Muh Zen juga membocorkan agenda strategis PB IKA PMII tahun 2026. Mulai dari sensus nasional alumni, penerbitan kartu anggota, hingga pemetaan profesi kader di berbagai sektor.

“Pendataan ini penting untuk melihat kekuatan riil alumni baik di dunia usaha, politik, akademisi, hingga sektor lainnya. Bahkan ke depan ada rencana pembentukan lembaga amil zakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim, memberi penekanan lebih keras: kader PMII tidak boleh hanya jadi penonton perubahan.

“Kader harus bergerak sesuai arah perubahan yang baik untuk Pati. Apa yang sudah dilakukan selama ini harus dilanjutkan,” tegasnya.

Yang menarik, Yusuf juga melempar sinyal politik yang cukup jelas. Ia membuka kemungkinan adanya gerakan kolektif alumni menuju momentum politik 2029.

“Bukan tidak mungkin jika IKA PMII melakukan deklarasi atau gerakan bersama, momentum itu bisa kita dorong di 2029,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri sejumlah kader IKA PMII yang kini duduk di DPRD Pati, seperti Kastomo dan Muslihan menegaskan bahwa jaringan alumni PMII memang sudah masuk ke berbagai lini kekuasaan.

Kalau dibaca cepat, ini cuma halal bihalal. Tapi kalau dibaca dalam, ini konsolidasi + pemanasan politik. 2029? Mereka sudah mulai ancang-ancang dari sekarang. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *