Ratusan Mahasiswa Tagih Beasiswa CSR, Pemkab Pati Janjikan Pencairan Minggu Depan

Jurnalindo.com
Jurnalindo.com

Jurnalindo.com, Pati – Ratusan mahasiswa bersama orang tua penerima beasiswa Corporate Social Responsibility (CSR) mendatangi Kantor Bupati Pati, Senin (6/7/2026). Mereka menuntut kepastian pencairan bantuan pendidikan yang telah tertunda selama tiga bulan atau sejak April 2026.

Aksi tersebut ditindaklanjuti dengan audiensi antara perwakilan mahasiswa dan orang tua penerima beasiswa dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, di Ruang Kembang Joyo. Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan beasiswa yang tertunda akan dicairkan pada pekan depan.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan dana beasiswa yang akan dicairkan mencapai Rp 582 juta untuk 183 mahasiswa penerima.

“Setelah audiensi dengan para mahasiswa penerima beasiswa di Kabupaten Pati, rencana minggu depan sudah kita laksanakan untuk pengiriman tiga bulan yang kemarin tertunda. (Nominalnya) Rp 582 juta untuk semua mahasiswa, ada 183 mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga memastikan beasiswa untuk periode Juli hingga September akan disalurkan pada bulan depan sehingga hak para mahasiswa tetap terpenuhi.

“Untuk tiga bulan ke depan, itu nanti bulan depan akan kita kirimkan hak-haknya kepada anak-anak penerima beasiswa,” katanya.

Chandra menjelaskan keterlambatan pencairan disebabkan dana CSR dari sejumlah perusahaan belum turun tepat waktu. Menurutnya, petunjuk teknis penyaluran dari Bank BPD Jateng baru diterima pada 1 Juli, sementara perusahaan lain baru memberikan informasi pada akhir Juni. Bahkan, PT Juifa International Foods yang memiliki alokasi dana CSR lebih dari Rp1 miliar hingga kini belum memberikan kepastian terkait penyaluran beasiswa.

“Nah, pertama dari Bank BPD Jateng juga baru keluar. 1 Juli baru keluar peruntukannya, juknisnya. Jadi perusahaan-perusahaan yang lain pun juga baru mengabari kita akhir Juni kemarin. Juifa juga sampai sekarang belum ngasih informasi ke kita tentang peruntukan beasiswa tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Chandra menegaskan program beasiswa CSR akan tetap berlanjut. Pemkab Pati, kata dia, telah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga dan perusahaan, seperti Baznas, Bank BPD Jateng, PDAM, Bank Daerah, dan PG Trangkil untuk memastikan keberlangsungan program tersebut.

“Sampai tiga tahun ke depan kami jamin bahwa hak-haknya mereka akan mereka dapatkan dengan semestinya,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua mahasiswa penerima beasiswa, Sutomo, mengaku lega setelah mendapatkan kepastian pencairan beasiswa. Ia berharap komitmen pemerintah daerah dapat direalisasikan sesuai jadwal agar mahasiswa penerima beasiswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

“Kita orang tua sama anak-anak bersyukur ada perhatian yang positif dari Pak Plt sendiri sama dinas dan perusahaan lainnya juga. Anak-anak kita dorong untuk semangat biar belajarnya lebih meningkat lagi,” ujarnya. (Juri/Jurnal)