Jurnalindo.com, – Bentrokan antara dua kelompok pemuda di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, berujung tragis. Seorang pelajar berinisial FD (18) meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat dua rombongan pemuda bertemu di sekitar Masjid Al-Roudlotul Muttaqin, wilayah Dukuh Talun. Saat itu korban bersama belasan temannya tengah mengikuti kegiatan tongtek.
Kapolsek Kayen AKP Parsa menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika korban bersama sekitar 15 rekannya berangkat dari Dukuh Talun Lor. Sekitar pukul 01.30 WIB rombongan itu berpapasan dengan kelompok pemuda lain dari Dukuh Talun Kidul yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang.
Pertemuan dua kelompok tersebut memicu ketegangan yang berujung keributan.
“Korban mendekati kelompok tersebut sendirian. Saat itu korban diduga langsung ditendang hingga jatuh dan kemudian dikeroyok oleh beberapa orang,” ujar AKP Parsa.
Dalam pengeroyokan itu, sejumlah pelaku diduga membawa senjata tajam. Korban pun mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh, diantaranya dada, ketiak tangan kanan, serta telapak tangan kiri.
Meski dalam kondisi terluka, korban sempat berjalan menghampiri teman-temannya sambil memegangi bagian dada yang berdarah. Rekannya berinisial AR (19) kemudian membawa korban ke RSUD Kayen menggunakan sepeda motor. Namun nyawa korban tidak tertolong.
“Saat tiba di rumah sakit sekitar pukul 02.10 WIB, kondisi korban sudah tidak kooperatif. Sekitar pukul 02.40 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Polisi menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 03.00 WIB dari seorang warga berinisial LR (31). Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan rumah sakit untuk melakukan penanganan awal.
Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk pakaian korban yang berlumuran darah. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa beberapa saksi, di antaranya IS (16) dan AFF (16).
Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian juga tengah memburu para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Polsek Kayen berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Pati, termasuk Unit Jatanras dan Resmob, untuk mengidentifikasi serta mengejar pelaku. Kasus ini akan kami ungkap sampai tuntas,” tegas AKP Parsa. (Juri/Jurnal)












