Jurnalindo.com, – Pesatnya perkembangan teknologi dinilai membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Di tengah kemudahan akses informasi dan penggunaan teknologi digital, penguatan karakter serta nilai keagamaan dianggap penting untuk membentengi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak dalam rangka Harlah ke-35 MAN 1 Pati, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak” itu menjadi momentum untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa.
Chandra mengatakan perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan pendidikan karakter dan agama yang kuat. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan arah dalam menggunakan teknologi.
“Pendidikan karakter ini sangat penting, jadi ruang pendidikan khususnya madrasah di Kabupaten Pati ini perlu ditingkatkan. Dengan teknologi yang sekarang luar biasa, anak-anak kita perlu didasari oleh pendidikan karakter dan agama yang kuat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia meminta para pelajar mampu menempatkan teknologi sebagai alat untuk menunjang pendidikan. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan, bukan justru membuat siswa bergantung atau kehilangan kontrol.
“Anak-anak ini lebih mengutamakan menggunakan teknologi untuk membantu pendidikan, bukan untuk dimanfaatkan oleh teknologi,” tegasnya.
Menurut Chandra, tantangan yang akan dihadapi generasi muda kedepan juga semakin berat. Persaingan tidak hanya terjadi di dunia pendidikan, tetapi juga dalam dunia kerja dan usaha.
Karena itu, ia mendorong para siswa untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi perubahan zaman.
“Persaingan ke depan, baik usaha maupun pendidikan, sangat berat. Makanya kami kedepankan anak-anak generasi muda untuk selalu belajar dan meningkatkan ilmunya demi masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Pati, Moh. Kodri, mengatakan upaya membentuk generasi yang kuat juga harus dimulai dari penciptaan lingkungan pendidikan yang aman.
Menurutnya, berbagai program yang dikembangkan madrasah diarahkan untuk memberikan perlindungan kepada anak, mulai dari peningkatan kapasitas guru, edukasi siswa, hingga pembenahan sarana dan prasarana.
“Semua kegiatan yang ada di madrasah ini mau direalisasikan untuk menyelamatkan anak-anak. Ini sudah kita upayakan dengan memberikan bimbingan teknis kepada teman-teman guru, edukasi kepada anak-anak, dan terus menambah pembenahan sarana prasarana agar betul-betul kegiatan ramah anak ini bisa direalisasikan,” jelas Kodri.
Seminar tersebut diikuti 145 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari 48 sekolah di Jawa Tengah. Sejumlah alumni MAN 1 Pati yang kini menempuh pendidikan di 10 perguruan tinggi di Indonesia juga turut hadir.
Dua narasumber utama dihadirkan, yakni Plt Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Faisa Mukti Septyani, dan Guru Besar Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof. Tri Marhaeni Pudji Astuti.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Syaiku, menambahkan bahwa penciptaan ruang belajar yang aman dan nyaman merupakan salah satu fondasi penting keberhasilan pendidikan.
Ia menyebut konsep tersebut sejalan dengan ekosistem pendidikan madrasah melalui konsep SENYAMAN, yakni Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
“Keberhasilan pendidikan itu memang diawali bagaimana anak itu merasa aman dan merasa nyaman di madrasah. Pembelajaran yang bisa dinikmati artinya anak mengikuti pembelajaran dengan penuh kebahagiaan dan tidak merasa terpaksa,” kata Syaiku.
Menurutnya, lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan, pelecehan, tekanan, serta berbagai bentuk kekerasan akan memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara optimal.
Dengan demikian, deklarasi Madrasah Ramah Anak di MAN 1 Pati tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi diharapkan menjadi komitmen bersama untuk membangun lingkungan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus menjaga karakter generasi muda. (Juri/Jurnal)











