Jurnalindo.com, – Sebuah rumah tua di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, kini memiliki wajah baru. Bangunan yang sarat nuansa klasik itu disulap menjadi Kedai Nuk Inuk, sebuah kedai kopi berkonsep vintage yang tak hanya menawarkan aneka sajian kuliner, tetapi juga menjadi ruang baca dan literasi bagi masyarakat.
Memasuki kedai, pengunjung akan disambut aroma kopi yang semerbak berpadu dengan interior bernuansa jadul. Radio lawas, mesin ketik tua, hingga pilar-pilar kayu sengaja ditata untuk menghadirkan suasana nostalgia yang hangat dan nyaman.
Pemilik Kedai Nuk Inuk, Mirza (38), mengatakan nama “Nuk Inuk” diambil dari filosofi sederhana yang berarti “enak-enak”. Sebelum memiliki kedai fisik, usaha tersebut telah berjalan secara daring selama lima tahun dengan menu andalan Es Teler Nuk Inuk.
Menurutnya, kehadiran kedai berawal dari banyaknya pelanggan yang menginginkan tempat untuk berkumpul. Gagasan itu semakin menguat setelah ia menyadari belum banyak ruang ngopi yang representatif di wilayah Kecamatan Cluwak.
“Kami terbiasa terbawa iklim Jogja, di mana ada tempat ngopi yang bisa sekaligus dijadikan ruang diskusi dan membaca,” ujar Mirza kepada awak media, Sabtu (4/7/2026).
Kedai tersebut resmi dibuka pada Minggu Legi, 28 Juni 2026. Mirza sengaja memilih hari tersebut karena meyakini filosofi Jawa yang menganggap Minggu Legi sebagai waktu yang baik untuk memulai sebuah usaha.
Untuk memperkuat konsep vintage, ia mengumpulkan berbagai barang lawas dari tempat rongsokan. Radio kuno dan mesin ketik tua kemudian dijadikan dekorasi utama yang mempertegas karakter kedai. Meski mengusung nuansa klasik, fasilitas penunjang seperti musala tetap disediakan demi kenyamanan pengunjung.
Nuk Inuk mengusung tagline “Kopi, Buku, Makan Enak”. Konsep tersebut mencerminkan cita-cita Mirza menjadikan kedainya bukan sekadar tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang literasi yang dapat dimanfaatkan untuk membaca buku, berdiskusi, hingga menggelar berbagai kegiatan komunitas.
Beragam menu disajikan untuk memenuhi selera pengunjung. Minuman yang ditawarkan antara lain Kopi Lasem, Kopi Gembong, dan Kopi Temanggung. Selain itu tersedia pula salad buah, mango sticky rice, aneka jus segar, serta Es Teler Nuk Inuk yang menjadi cikal bakal usaha tersebut.
Untuk menu makanan, pengunjung dapat menikmati mendoan, ketan coklat, ketan susu keju, burger, nasi bakar, mie, katsu, pempek, hingga nasi kucing.
Konsep unik yang ditawarkan mulai menarik perhatian masyarakat, bahkan dari luar Kecamatan Cluwak. Salah seorang pengunjung asal Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Hanafi, mengaku terkesan dengan suasana yang ditawarkan kedai tersebut.
“Suasananya dapat banget, tenang dan bikin betah. Di wilayah Cluwak sini sepertinya baru ini ada tempat ngopi yang merangkap ruang baca dengan konsep seunik ini. Paket lengkap, bisa ngopi, baca buku, sambil makan enak,” ungkapnya.
Berlokasi sekitar 100 meter di sebelah selatan Balai Desa Gerit, Kedai Nuk Inuk diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat menikmati kopi. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya masyarakat, sekaligus menumbuhkan budaya membaca dan berdiskusi dari pelosok desa. (Juri/Jurnal)











