Jurnalindo.com, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melempar wacana pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Jaken dan Tambakromo, Kabupaten Pati.
Karena dinilai pendidikan menengah atas, khususnya di wilayah selatan yang selama ini agak “tertinggal” dari sisi infrastruktur pendidikan.
Masalahnya, sampai sekarang komunikasi antara Pemprov dan Pemkab Pati belum intens. Jadi ini masih di level “rencana di atas kertas”, belum masuk fase eksekusi serius.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Pati, Muhtar mengatakan posisi kabupaten cuma sebagai penyedia data lapangan. Soal keputusan, full di tangan provinsi.
“Itu kewenangan provinsi. Kami hanya menyampaikan kondisi riil di lapangan, termasuk kendala dan kesiapan lahan,” ujar Muhtar, Rabu (1/4/2026).
Ia juga menambahkan, jika rencana ini sudah lebih matang, Pemkab siap menyuplai data penting mulai dari kondisi geografis sampai potensi hambatan pembangunan.
Di sisi lain, data dari Dinas Pendidikan Jateng memang menunjukkan dua kecamatan ini butuh “boost” serius. Jaken dan Tambakromo masih menghadapi problem klasik seperti Infrastruktur terbatas,
Akses internet lemah (bahkan ada blank spot) dan Minim dukungan untuk pembelajaran digital.
Singkatnya, kalau bicara sekolah modern berbasis teknologi, dua wilayah ini masih jauh dari ideal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, sebelumnya juga sudah menegaskan arah kebijakan ini.
“Kita tidak punya rencana di Margoyoso, tetapi di Tambakromo dan Jaken,” ujarnya pada 9 Februari 2026.
Kalau proyek ini jadi direalisasikan, pihaknya mengatakan dampaknya bisa lumayan besar. Akses pendidikan SMA di Pati Selatan bakal lebih merata, dan siswa nggak harus “hijrah” jauh ke kota cuma buat sekolah.
“Tapi ya itu kuncinya satu: koordinasi.
Kalau komunikasi Pemprov dan Pemkab masih setengah-setengah, ya rencana ini berpotensi jadi sekadar wacana tahunan lagi,”pungkasnya. (Juri/Jurnal)











