Jurnalindo.com, Pati – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pati untuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 dilakukan secara digital melalui aplikasi Transparansi Paskibraka milik Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung terbuka, objektif, dan adil.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum, mengatakan seluruh peserta mengikuti serangkaian seleksi berbasis aplikasi, termasuk Computer Assisted Test (CAT) yang menguji pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, dan tes intelegensi umum.
“Seleksinya sistem aplikasi Transparansi Paskibraka, semua bisa melihat CAT di sana mulai dari pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, itu wajib. Kemudian, intelegensi umum, itu harus wajib memenuhi standar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).
Selain tes berbasis CAT, peserta juga menjalani berbagai tahapan lain, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Tes Intelegensi Umum (TIU), tes wawasan kebangsaan, tes kepribadian, tes kesamaptaan, hingga tes bakat dan minat.
Niken menjelaskan, seleksi juga mencakup pemeriksaan fisik berupa tinggi dan berat badan, serta psikotes dan wawancara. Menurutnya, beberapa peserta dinyatakan gugur karena belum memenuhi aspek mental yang dipersyaratkan.
“Setelah itu tes fisik seperti berat badan, tinggi badan. Termasuk wawancara di seleksi psikotes, ada beberapa anak yang gugur karena mentalnya,” ungkapnya.
Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut, sebanyak 45 siswa terpilih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Pati yang akan bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara HUT Kemerdekaan RI di halaman Pendopo Kantor Bupati Pati.
Tak hanya itu, dua pelajar asal Kabupaten Pati juga berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Saat ini para anggota Paskibraka mengikuti pembekalan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), hingga Pemerintah Kabupaten Pati. Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter.
“Terdapat 45 anak terpilih Paskibraka tingkat Kabupaten Pati, dan dua anak dari Pati terpilih menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kita bekali dengan beberapa materi dari beberapa narasumber, salah satunya dari Bupati, Pj Sekda, Kodim 0718/Pati, Polresta Pati, Duta Pancasila PPI, dan guru. Materinya terkait memperkuat nilai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk ditanamkan rasa cinta tanah air,” pungkas Niken. (Juri/Jurnal)











