Jurnalindo.com, – Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, mencatat prestasi membanggakan dengan meraih peringkat 2 dalam ajang Desa Anti Korupsi di Kabupaten Pati. Penghargaan tersebut diserahkan di Pendopo Kantor Bupati Pati, bertepatan dengan kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/4/2026).
Kepala Desa Ngagel, Suwardi, menjelaskan bahwa program Desa Anti Korupsi merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Tengah sejak awal 2023. Saat itu, Desa Ngagel masuk dalam perluasan program bersama 20 desa lainnya di Kabupaten Pati.
“Proses penilaian dilakukan sesuai standar dari KPK, dan Inspektorat Daerah Kabupaten Pati yang menindaklanjuti di tingkat daerah,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Dari total 20 desa yang masuk nominasi, Desa Ngagel berhasil menembus tiga besar. Capaian ini, menurut Suwardi, menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi menjadi kunci utama. Pemerintah desa aktif menyampaikan program dan kegiatan melalui berbagai kanal, termasuk infografis dan media sosial.
“Kita selalu terbuka terkait program desa. Tata kelola pemerintahan harus akuntabel dan transparan,” tegasnya.
Meski begitu, Suwardi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama di sektor infrastruktur seperti perbaikan jalan dan jaringan listrik. Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mendukung pembangunan desa.
Di sisi lain, tantangan juga datang dari penurunan Dana Desa (DD) pada 2026. Jika pada 2025 anggaran mencapai sekitar Rp1,3 miliar, tahun ini turun drastis menjadi Rp 373 juta.
“Kita harus memutar otak untuk menentukan prioritas pembangunan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada,” jelasnya.
Pemerintah Desa Ngagel berkomitmen terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pati guna memastikan pengelolaan anggaran tetap efektif dan tepat sasaran.
Sebagai informasi, peringkat 1 Desa Anti Korupsi di Kabupaten Pati diraih Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Sementara peringkat 3 diraih Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo. (Juri/Jurnal)











