Perkuat Pembelajaran Ilmu Falak, MA Salafiyah Kajen Bawa Siswa ke Planetarium UIN Walisongo

Jurnalindo.com
Jurnalindo.com

Jurnalindo.com. – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kabupaten Pati, memperkuat pembelajaran ilmu falak melalui kunjungan edukatif ke Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Ahad (11/10/2026). Kegiatan ini diikuti siswa kelas XII Konsentrasi Kitab untuk mendalami ilmu falak melalui praktik langsung di lapangan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan praktik astronomi. Para siswa mengikuti pengenalan metode hisab dan rukyat hilal, mempelajari perkembangan teknologi astronomi, serta mengenal proses pengamatan benda langit.

Selain itu, siswa berkesempatan menyaksikan film astronomi di ruang dome theater. Melalui visualisasi alam semesta, mereka diajak mengenal tata surya, bintang, dan galaksi. Para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan teleskop robotik untuk mendukung pengamatan benda langit.

Kegiatan ini sekaligus bertepatan dengan agenda pengamatan hilal untuk menyongsong awal bulan Jumadilawal 1448 Hijriah. Berdasarkan perhitungan astronomis pada 11 Oktober 2026, ketinggian hilal mencapai 6 derajat 1 menit dengan elongasi geosentris sekitar 10 derajat 16 menit. Namun, pengamatan tidak membuahkan hasil karena hilal tertutup awan tebal.

Kepala MA Salafiyah Kajen, Muchammad Azib Mabrur, mengatakan, pembelajaran di luar kelas tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengembangkan ilmu falak sebagai salah satu program unggulan.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di observatorium dapat memperluas wawasan siswa sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang selama ini dipelajari melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

“Ini merupakan madrasah lapangan. Madrasah aslinya tetap di MA Salafiyah Kajen, Pati. Saya sering menyampaikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, mari kita niatkan untuk mencari ilmu dan ridho Gusti Allah SWT,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ilmu falak sekaligus mendorong mereka meneruskan tradisi keilmuan yang diwariskan para sesepuh dan kyai.
“Kami berharap, apa yang kita lakukan sekarang dapat menambah kecintaan kita semua terhadap ilmu falak, sehingga para murid bisa meneruskan perjuangan para sesepuh dan para kiai, khususnya dalam bidang ilmu falak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Planetarium dan Observatorium K.H. Zubair Umar Al-Jailani UIN Walisongo Semarang, Dr. Muh. Arif Royyani, Lc., M.S.I., menjelaskan bahwa rukyatulhilal tidak hanya bertujuan untuk melihat kemunculan hilal, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pendidikan, penelitian, dan pengayaan data astronomis.

Pengamatan secara langsung, menurutnya, memberikan kesempatan kepada peserta didik dan mahasiswa untuk membandingkan hasil perhitungan astronomis dengan kondisi alam yang sebenarnya.

“mereka dapat memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya bertumpu pada teori dan perhitungan, tetapi juga memerlukan pengamatan serta evaluasi terhadap kondisi di lapangan,”jelasnya.

Kondisi tersebut pihaknya menjelaskan bahwa keberhasilan rukyatul hilal dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keadaan atmosfer dan visibilitas hilal.

“Cuaca yang menghalangi pengamatan pun menjadi bagian dari proses pembelajaran,”tutupnya.

Kunjungan ini sekaligus memperkuat sinergi antara MA Salafiyah Kajen dan UIN Walisongo Semarang dalam pengembangan pendidikan ilmu falak. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung, siswa diharapkan semakin memahami astronomi sekaligus mampu menjaga tradisi keilmuan Islam agar terus berkembang seiring kemajuan sains dan teknologi. (Juri/Jurnal)