Jurnalindo.com, – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban di Kabupaten Pati mengalami lonjakan tajam. Kondisi ini membawa berkah bagi para pedagang sapi, salah satunya Halim, penjual sapi asal Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati.
Dalam beberapa hari terakhir, sapi miliknya laris manis diserbu pembeli dari berbagai daerah. Bahkan, sejak awal Dzulhijjah hingga Jumat (22/5/2026), sebanyak 125 ekor sapi miliknya telah terjual.
“Sejak Besar (Dzulhijjah) rata-rata sehari kisaran 9 sampai 10 ekor terjual. Kalau sebelum Dzulhijjah biasanya hanya untuk konsumsi daging, sehari paling 2 sampai 3 ekor,” ujar Halim saat ditemui awak media.
Lonjakan penjualan tersebut jauh berbeda dibanding hari biasa. Jika sebelumnya pembeli hanya mencari sapi untuk kebutuhan konsumsi daging, kini mayoritas pembelian dilakukan untuk keperluan kurban Idul Adha.
Halim diketahui memiliki kandang sapi di Desa Klecoregonang, Kecamatan Winong, serta beberapa kandang lain di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mayoritas pembelinya berasal dari Jawa Barat dan Jabodetabek.
“Saya jual terbanyak di Jabodetabek, Purwakarta, Cikarang dan sekitarnya. Kalau lokalan Pati biasanya untuk masjid-masjid tertentu saja,” jelasnya.
Tingginya permintaan membuat stok sapi di kandangnya semakin menipis. Dari total ratusan sapi yang disiapkan untuk Idul Adha tahun ini, kini hanya tersisa sekitar 50 ekor.
Tak hanya penjualan yang meningkat, harga sapi juga ikut merangkak naik. Menurut Halim, kenaikan harga mulai terasa sejak pasca-Idul Fitri dan terus meningkat menjelang Idul Adha.
Ia menjelaskan, harga sapi ditentukan berdasarkan bobot hidup. Untuk kategori sapi besar dengan bobot 600 hingga 650 kilogram dijual sekitar Rp 45 juta per ekor. Sedangkan sapi ukuran sedang berbobot 400 hingga 500 kilogram dijual Rp 33 juta hingga Rp 35 juta.
Sementara itu, sapi ukuran kecil dengan bobot sekitar 270 hingga 275 kilogram dibanderol Rp 25 juta hingga Rp 26 juta per ekor.
“Harga sapi acuannya bobot hidup. Jadi besar, sedang, dan kecil beda-beda harganya,” katanya.
Menurut Halim, kenaikan harga sapi menjelang Idul Adha tahun ini mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor dibanding hari biasa. Meski demikian, minat pembeli tetap tinggi, terutama untuk kategori sapi ukuran besar dan sedang.
“Kalau di sekitar kandang saya di Menteng kebanyakan sapi sedang yang laris. Tapi di Tangerang karena kawasan elit, yang dicari kebanyakan sapi besar,” ungkapnya.
Idul Adha tahun ini diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Halim memprediksi puncak penjualan hewan kurban akan terjadi pada akhir pekan sebelum hari raya.
“Biasanya Sabtu-Minggu sebelum hari H jadi puncak penjualan. Saya rasa Sabtu nanti paling ramai,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











