Jurnalindo.com, – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian Kabupaten Pati memastikan kondisi hewan kurban di wilayah Kabupaten Pati dalam keadaan sehat dan aman untuk diperjualbelikan.
Pengawasan di pasar hewan hingga kandang penampungan pun diperketat guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di lapangan. Pemeriksaan dilakukan di pasar hewan maupun kandang penampungan sapi, kambing, dan domba.
“Beberapa kali pemeriksaan di pasar hewan tidak ditemukan kasus. Ternak yang dijual dipastikan sehat,” ujarnya saat dihubungi awak media, Senin (18/05/2026).
Selain pemeriksaan rutin, Dispertan juga terus menggencarkan vaksinasi PMK secara berkala terhadap sapi di wilayah Pati sebagai langkah antisipasi menjelang Idul Adha.
Pengawasan ketat juga dilakukan terhadap hewan ternak yang masuk dari luar daerah, khususnya dari Jawa Timur yang menjadi pemasok utama sapi ke Pati. Petugas dan dokter hewan disiagakan di Pasar Jaken setiap hari pasaran untuk memeriksa kesehatan ternak yang datang.
“Mayoritas ternak dari Jawa Timur, seperti wilayah Tuban dan perbatasan Rembang. Di Pasar Jaken ada petugas yang rutin melakukan pengawasan,” jelas Andi.
Tak hanya di pasar hewan, pemeriksaan juga dilakukan di sejumlah kandang penampungan, terutama di Kecamatan Margorejo yang memiliki aktivitas penampungan ternak cukup tinggi.
Meski populasi sapi di Pati mengalami penurunan pasca merebaknya PMK beberapa tahun terakhir, Dispertan memastikan stok hewan kurban tahun ini tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kalau sebelum PMK populasi sapi di Pati hampir 100 ribu ekor. Sekarang sekitar 60 ribuan. Tapi kebutuhan kurban di Pati saya jamin cukup,” kata Andi.
Dikatakan, meskipun populasi sapi menurun drastis Ia menegaskan Kabupaten Pati masih mampu memasok sapi ke luar daerah, termasuk wilayah Jabodetabek. (Juri/Jurnal)











