Jurnalindo.com, – TEGAL – Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke 2 Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu (12/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026), di Hotel Sun Q Ta, Guci, Kabupaten Tegal telah menghasilkan dua rekomendasi eksternal.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah M Sidqon Prabowo mengatakan, rekomendasi tersebut merupakan usulan dari Pengurus Cabang (PC) yang disepakati seluruh peserta dalam rapat komisi dan pleno Muskerwil.
Adapun, rekomendasi itu yang pertama, mendesak pada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak adanya tindakan perusakan alam lingkungan berupa penambangan ilegal galian C yang ada di berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Aktivitas sudah jelas-jelas ada di depan mata kita. Selain merusak lingkungan juga ada pelanggaran hukum. Maka kami mendesak untuk segera ditindak,” tegas Gus Sidqon.
Rekomendasi kedua, lanjutnya, terdapat dua item yaitu pertama mendesak pada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran obat-obatan ilegal dan obat keras golongan G di seluruh daerah di Jateng.
“Maraknya peredaran obat keras membuat masyarakat, para tokoh, para kyai resah dan khawatir akan masa depan generasi muda karena telah marak menyasar kepada remaja usia sekolah menengah, bahkan sekolah dasar didapat dengan harga yang sangat murah,” ungkapnya.
Obat-obatan terlarang tersebut, lanjutnya, seperti Tramadol, Hecymer, Zolam, dan Tryex dan lainnya dengan mudah didapatkan di toko-toko kosmetik ilegal, warung remang remang bahkan sampai di pinggiran desa.
“Kami mendesak aparat dan pihak terkait untuk memberantas dari hulu sampai hilir secepatnya,” katanya.
Item kedua, yaitu mendesak pada pemerintah, aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk memberantas judi online (Judol) yang kian meresahkan.
Semisal Kementerian Komunikasi dan Digital & Provider Internet supaya mempercepat eksekusi pemblokiran situs judol yang teridentifikasi serta memperketat pemantauan domain baru maupun teknik re-routing.
Kemudian pada Polda Jawa Tengah & jajaran Aparat Penegak Hukum agar memperketat penindakan terhadap jaringan pengembang, fasilitator penampung rekening, dan promotor judol, serta menyelaraskan mekanisme koordinasi dengan jejaring aduan masyarakat untuk mempercepat respons penanganan kasus.
“Kami juga mengusulkan agar ada penjatuhan sanksi berupa pencabutan Bantuan Sosial (Bansos) atau bantuan pendidikan bagi warga yang rekeningnya terindikasi transaksi judi online harus melalui verifikasi dan validasi faktual secara langsung di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, Husein Ahmadi,menambahkan, terkait dua rekomendasi tersebut, PW GP Ansor Jawa Tengah akan segera mengirimkan surat resmi ke pihak-pihak terkait atas hasil rekomendasi Muskerwil ini.
“Surat resmi akan segera kami kirim ke pihak terkait. Sedangkan di internal, kami segera konsolidasikan ke bidang-bidang dan lembaga di PW GP Ansor Jawa Tengah untuk melakukan langkah kongkrit guna merealisasikan rekomendasi ini,” tegasnya.
Muskerwil 2 PW GP Ansor Jawa Tengah ini diikuti 32 Ketua dan Sekretaris PC lserta jajaran Pengurus Wilayah. Sebelumnya, dalam acara pembukaan pada Sabtu (12/9/2026), dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohma yang juga Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abdul Ghaffar Rozin, dan Waketum PP GP Ansor Dwi Winarno.(Jurnalindo.com)











