Pemkab Pati Siapkan BTT untuk Atasi Kekeringan, Targetkan 48 Tangki Air per Hari

Jurnalindo.com, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai merumuskan langkah penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 25 desa di enam kecamatan terdampak kekeringan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati telah melakukan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

“Dari BPBD sudah mulai menyalurkan bantuan air bersih, sekitar enam sampai tujuh tangki per hari di wilayah yang terdampak kekeringan. Saat ini dampak kekeringan sebanyak 25 desa di enam kecamatan,” ujarnya, Pada Senin (7/09/2026).

Menurutnya, Pemkab Pati juga tengah merumuskan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk meningkatkan distribusi bantuan air bersih. Jika anggaran tersebut dapat dicairkan, pemerintah menargetkan penyaluran hingga 48 tangki air setiap hari.

“Pemkab Pati baru merumuskan BTT. Harapannya dengan adanya BTT bisa mengalokasikan tangki air 48 tangki setiap hari. Ini baru kami rapatkan supaya BTT bisa dicairkan untuk bencana kekeringan di Pati,” jelasnya.

Selain mengandalkan anggaran pemerintah, bantuan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga mulai mengalir. Salah satunya berasal dari Bank Jateng yang disebut telah siap menganggarkan bantuan sejumlah tangki air untuk wilayah terdampak kekeringan.

Namun, Pemkab Pati tidak ingin penanganan kekeringan hanya dilakukan melalui distribusi air bersih setiap tahun. Untuk jangka panjang, pemerintah berencana mencari sumber air alternatif di wilayah yang terdampak.

Chandra mengatakan pihaknya telah bernegosiasi dengan para camat di wilayah terdampak agar pembangunan sumur bor dapat dilakukan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

“Untuk mengantisipasi jangka panjang persoalan kekeringan, Pemkab Pati melakukan negosiasi kepada camat yang terdampak kekeringan agar membuat sumur bor di setiap daerah-daerah yang terdampak,” katanya.

Ia menilai pembangunan sumur bor menjadi salah satu solusi agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan tangki air bersih setiap musim kemarau.

“Sehingga kita tidak setiap tahun hanya mengirim bantuan tangki-tangki air bersih. Tapi kami akan mencari sumber-sumber air di wilayah terdekat,” ungkap Risma.

Untuk memastikan lokasi yang memiliki potensi sumber air, Pemkab Pati berencana melibatkan ahli geolistrik. Kajian tersebut nantinya digunakan untuk menentukan titik yang dinilai potensial untuk pembangunan sumur bor.

“Untuk mengetahui titik air untuk dijadikan sumur bor, dalam hal ini kita akan datangkan ahli geolistrik dan kita anggarkan 2027,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)