Empat Pasutri Antri Adopsi Bayi Terlantar di Juwana, Dinsos Minta Bersabar

Jurnalindo.com, – Minat masyarakat untuk mengadopsi bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di sebuah gang di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, terus berdatangan. Hingga saat ini, sedikitnya empat pasangan suami istri (pasutri) telah mendaftarkan diri ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati.

Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Pati, dr Aviani Tritanti Venusia, mengatakan tingginya minat warga untuk mengadopsi bayi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat. Namun, pihaknya meminta para calon orang tua angkat untuk bersabar karena proses adopsi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

“Seperti kasus sebelumnya, yang adopsi pasti banyak. Baik keluarga yang sudah punya anak maupun belum. Jadi minatnya banyak. Di kami ada beberapa yang daftar,” ujar Aviani, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, hingga Selasa sore terdapat empat pasutri yang telah mendaftarkan diri melalui Dinsos P3AKB. Sementara itu, sejumlah warga lainnya juga diketahui mendatangi Puskesmas Juwana untuk menyampaikan keinginan mengadopsi bayi tersebut.

“Saat ini di kami ada empat orang yang daftar. Puskesmas ada banyak. Mereka meninggalkan KTP. Kita inventaris dulu,” katanya.

Meski demikian, Aviani menegaskan bahwa pemerintah belum membuka pendaftaran adopsi secara resmi. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait identitas orang tua maupun keluarga bayi yang ditemukan dalam kondisi terlantar tersebut.

Menurutnya, prioritas utama pemerintah adalah mengembalikan pengasuhan bayi kepada keluarga kandung apabila masih memungkinkan. Karena itu, proses adopsi baru akan dipertimbangkan apabila keluarga bayi ditemukan namun tidak mampu atau tidak bersedia merawatnya.

“Kami menunggu proses kepolisian. Sampai ditemukan pelaku maupun keluarga si bayi. Keluarga apakah mau merawat bayi. Bagaimanapun bayi akan aman bila yang merawat keluarga. Itu yang kita utamakan,” tuturnya.

Bayi laki-laki yang ditemukan warga tersebut diketahui memiliki berat badan 3,8 kilogram dan panjang tubuh 50 sentimeter. Saat ini kondisi bayi dalam pengawasan tenaga kesehatan dan dipastikan mendapatkan perawatan yang layak.

Aviani menambahkan, apabila nantinya keluarga kandung tidak ditemukan atau tidak bersedia merawat, maka bayi tersebut akan berada dalam perlindungan negara dan proses adopsi dapat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami sebenarnya membuka pendaftaran setelah proses kepolisian. Kami harapkan tetap keluarga mau merawatnya. Yang utama adalah keluarga. Kalau memang ada yang daftar silahkan, tidak apa-apa. Andai keluarga tidak mau merawat, nanti akan menjadi anak negara dan silakan untuk diadopsi,” jelasnya.

Dinsos P3AKB juga mengimbau masyarakat untuk tidak berbondong-bondong menjenguk bayi tersebut demi menjaga kondisi kesehatannya. Selain itu, warga juga diminta tidak mengambil maupun menyebarluaskan foto bayi.

“Kita tidak memperbolehkan untuk warga menjenguk. Takutnya ada apa-apa. Ambil gambar juga tidak boleh,” tandasnya. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *