Jurnalindo.com, – Kasus dugaan perundungan yang dialami seorang siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karaban akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi. Pemerintah Desa Karaban memfasilitasi pertemuan antara pihak sekolah dan wali murid untuk mencari solusi atas peristiwa yang sempat menjadi perhatian masyarakat tersebut.
Kepala Desa Karaban, Kusnan, mengatakan bahwa mediasi dilakukan dengan menghadirkan pihak sekolah, wali murid korban, serta siswa yang terlibat. Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Tadi pagi sudah dijembatani mediasi antara pihak sekolah dan wali murid. Anak-anak juga dihadirkan, saya juga ada di sana. Alhamdulillah sudah ada titik temu,” ujar Kusnan saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, peristiwa tersebut dipicu persoalan iuran untuk membeli sound system di sekolah. Korban diduga menjadi sasaran perundungan karena tidak ikut memberikan iuran seperti teman-temannya.
“Namanya juga anak-anak, dia diajak urunan sound system. Mungkin tidak punya uang atau bagaimana, akhirnya dibully,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, korban sempat mengalami luka dan dibawa oleh keluarganya ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya, terutama terkait kemungkinan adanya cedera pada bagian kepala atau organ dalam.
“Dikhawatirkan ada luka di kepala atau organ dalam. Informasinya anak tersebut sudah diperiksa dan rencananya hari ini pulang,” tambah Kusnan.
Dalam hasil mediasi, orang tua dari siswa yang terlibat bersedia memberikan bantuan materiil kepada korban sebagai bentuk tanggung jawab. Selain itu, pihak sekolah juga berkomitmen melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kusnan menegaskan pihaknya telah mengingatkan sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa serta memberikan edukasi kepada wali murid. Ia juga berencana melibatkan aparat kepolisian dan TNI dalam upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
“Kami minta pihak sekolah segera melakukan evaluasi dan mengedukasi wali murid. Ke depan kami juga akan menghadirkan dari polisi dan TNI supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











