Jurnalindo.com, – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Pati tahun 2026 berlangsung ketat dan berlapis. Dari total 307 siswa yang mendaftar, hanya 45 orang yang berhasil lolos dan akan bertugas pada upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum, menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai sejak pendaftaran pada 10–23 Februari 2026. Tahapan dilanjutkan dengan seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan, hingga tes intelegensi umum berbasis Computer Assisted Test (CAT).
“Dari 307 pendaftar, sebanyak 166 peserta lolos tes intelegensi umum dan berhak mengikuti tes kesehatan serta parade. Setelah itu tersaring menjadi 66 peserta,” ujar Niken, Selasa (21/4/2026).
Tahapan berikutnya menjadi fase paling menentukan. Para peserta menjalani seleksi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kesamaptaan, hingga tes kepribadian yang mencakup wawancara, minat bakat, serta kemampuan Bahasa Inggris. Seleksi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Tentara Nasional Indonesia, kepolisian, Purna Paskibraka Indonesia, hingga akademisi dan psikolog.
“Seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Seluruh nilai peserta diinput dalam aplikasi Transparansi Paskibraka, sehingga bisa dipantau langsung,” jelasnya.
Dari 66 peserta tersebut, akhirnya terpilih 45 orang terbaik yang terdiri dari 25 putra dan 20 putri. Selain itu, dua peserta terbaik akan mewakili Kabupaten Pati untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Para calon Paskibraka terpilih dijadwalkan mulai menjalani latihan efektif pada 6 Juli 2026 selama 18 hari. Materi latihan mencakup pembinaan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, hingga latihan fisik intensif di Stadion Joyokusumo.
Selanjutnya, mereka akan memasuki masa karantina mulai 22 Juli hingga 14 Agustus 2026, sebelum mengemban tugas utama pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Niken menegaskan bahwa seleksi Paskibraka tidak hanya mengutamakan kemampuan fisik, tetapi juga mental dan kepribadian. Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari SMA, SMK, dan MA dengan rentang usia 16 hingga 18 tahun serta memenuhi standar tinggi badan yang telah ditentukan.
“Ini bukan hanya soal baris-berbaris, tapi juga pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











