Cekcok Gono-Gini, Rumah di Tambakromo Dirobohkan Eskavator

Jurnalindo.com, – Kisruh rumah tangga berujung aksi ekstrem terjadi di Desa Karangawen, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (9/4/2026). Sebuah rumah permanen yang telah berdiri selama kurang lebih 15 tahun dirobohkan menggunakan ekskavator akibat konflik pembagian harta gono-gini antara mantan pasangan suami-istri.

Peristiwa ini melibatkan Rubai dan Rubiyatun, yang telah resmi bercerai. Perselisihan muncul terkait kepemilikan rumah yang berdiri di atas tanah milik Rubiyatun, namun dibangun saat keduanya masih dalam ikatan pernikahan.

Sekretaris Desa Karangawen, Supriyadi, mengatakan pihak pemerintah desa sebenarnya telah berupaya memediasi konflik tersebut. Namun, permasalahan yang berlangsung lebih dari satu tahun itu tidak menemukan titik temu.

“Sudah dimediasi berkali-kali, tapi kedua belah pihak tetap bersikeras. Akhirnya sepakat untuk membongkar rumah,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menyayangkan keputusan tersebut, terlebih pasangan itu memiliki seorang anak yang kini duduk di bangku kelas III SMP. Menurutnya, rumah tersebut seharusnya bisa menjadi aset berharga di masa depan.

“Kasihan anaknya, harusnya bisa jadi warisan. Tapi ini sudah keputusan bersama,” tambahnya.

Pembongkaran dilakukan setelah kedua pihak menandatangani surat kesepakatan yang disaksikan masing-masing keluarga. Pemerintah desa memastikan tidak ada unsur paksaan dalam keputusan tersebut.

“Dalam penyelesaian, sejumlah aset yang tersisa dari rumah tersebut dijual. Hasil penjualan kemudian dibagi kepada kedua belah pihak sesuai kesepakatan,”tuturnya

Saat ini, rumah tersebut telah rata dengan tanah dan tidak lagi dapat dihuni. Rubai diketahui kembali ke rumah orang tuanya di Dukuh Koripan, Desa Mojomulyo, sementara Rubiyatun tinggal bersama keluarganya.

Perceraian keduanya telah diproses melalui Pengadilan Agama. Diketahui, Rubiyatun sempat mengajukan gugatan cerai saat berada di Kalimantan sebelum akhirnya diproses lanjutan di Pati.

Selain faktor ketidakcocokan, konflik disebut semakin memanas setelah rumah tersebut didatangi pria lain yang berniat melamar Rubiyatun. Hal itu memicu emosi Rubai yang merasa masih memiliki hak atas rumah tersebut.

Peristiwa pembongkaran rumah ini sempat menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah warga terlihat menyaksikan langsung proses perobohan, bahkan mengabadikan momen tersebut saat ekskavator meratakan bangunan yang pernah menjadi tempat tinggal pasangan tersebut. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *