Jurnalindo.com, – Polresta Pati mengerahkan ratusan Bhabinkamtibmas untuk membantu percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pati. Langkah ini dilakukan melalui program skrining dan pendataan penderita TBC yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Balkesmas, serta relawan peduli TBC.
Kegiatan skrining bagi para Bhabinkamtibmas tersebut dilaksanakan di Aula Sarja Arya Racana Polresta Pati pada 3 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan deteksi dini kasus TBC hingga tingkat desa dan kelurahan.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, mengatakan bahwa para Bhabinkamtibmas akan menjadi ujung tombak dalam mendata serta membantu proses skrining masyarakat yang diduga terpapar TBC.
“Pada hari ini Polresta Pati melaksanakan kegiatan skrining terkait anggota Bhabinkamtibmas yang akan diterjunkan dalam kegiatan pendataan dan skrining penderita TBC di Kabupaten Pati. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati serta Balkesmas untuk menyukseskan program ini,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas sangat strategis karena mereka memiliki kedekatan dengan masyarakat dan rutin berinteraksi langsung hingga tingkat paling bawah.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan 254 Bhabinkamtibmas, 29 tenaga kesehatan yang tersebar di puskesmas, serta sekitar 120 relawan yang selama ini aktif dalam upaya penanggulangan TBC.
“Kami juga menggandeng berbagai pihak yang peduli terhadap penanggulangan TBC. Seluruh unsur yang terlibat terdiri dari sekitar 120 relawan, 29 petugas kesehatan yang tersebar di puskesmas, serta 254 Bhabinkamtibmas Polresta Pati,” jelasnya.
Kapolresta berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat mempercepat penemuan kasus TBC di masyarakat sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan yang tepat dan mencegah penularan lebih luas.
“Harapan kami dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas, proses skrining dapat dilakukan seluas-luasnya kepada masyarakat yang terindikasi TBC sehingga mereka dapat segera menjalani pengobatan dan proses penyembuhan,” katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki, pada tahun 2025 terdapat sekitar 2.600 penderita TBC di Kabupaten Pati yang telah mendapatkan penanganan. Sementara hingga pertengahan tahun 2026 tercatat sekitar 1.000 penderita yang masih membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.
Melalui program ini, Polresta Pati berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. Selain itu, keterlibatan aparat kepolisian di tingkat desa diharapkan mampu mendukung target pemerintah dalam menekan angka penyebaran TBC.
“Dengan keterlibatan Bhabinkamtibmas, kami ingin memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan. Target akhirnya adalah menekan angka penyebaran TBC dan mewujudkan Kabupaten Pati menuju zero TBC melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat,” pungkas dia. (Juri/Jurnal)











