Breaking News
Ketua Satgas Pati Ancam Pecat Kepala Dapur yang Langgar SOP Judul: Imbas Pencopotan Banner Antikorupsi di Alun-alun, POS Datangi Satpol PP Pati Pencopotan banner bertema pemberantasan korupsi di sekitar kawasan Alun-alun Pati menuai keberatan dari kelompok masyarakat yang tergabung dalam Pati Ora Sepele (POS). Mereka mendatangi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati, Selasa (15/9/2026), untuk meminta penjelasan terkait penertiban banner yang sebelumnya dipasang di sisi timur bagian selatan Alun-alun Pati. Ketua POS, Suharno, mengatakan banner tersebut dipasang sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait pemberantasan korupsi. Menurutnya, pesan tersebut penting untuk terus disuarakan dan diketahui masyarakat. “Kami tadi malam telah memasang banner dengan tema pemberantasan korupsi di pojok bagian selatan timur Alun-alun Pati. Itu di luar alun-alun. Namun tadi pagi banner tersebut telah dirampas atau dicopot oleh Satpol PP,” kata Suharno. Menurutnya, pihak POS kemudian mendatangi Satpol PP Pati untuk menanyakan alasan pencopotan tersebut. Dalam audiensi tersebut, kata Suharno, Satpol PP menjelaskan bahwa penertiban dilakukan karena pemasangan banner di kawasan sekitar alun-alun dinilai tidak diperbolehkan berdasarkan aturan daerah. Namun, POS memiliki pandangan berbeda. Suharno menilai lokasi pemasangan banner berada di luar area Alun-alun Pati, tepatnya di depan sebuah rumah kosong. “Kami mempunyai pandangan tempat yang kami pasang banner tersebut di luar alun-alun, tepatnya di depan rumah kosong itu kira-kira,” ujarnya. Suharno juga meminta agar banner yang membawa pesan pemberantasan korupsi tersebut diberi kesempatan untuk tetap terpasang selama lima hari. “Sore ini kami akan pasang lagi. Setelah audiensi barusan kami meminta kepada Satpol PP karena banner ini konteksnya adalah pemberantasan korupsi, kami meminta lima hari kedepan banner tersebut tidak dilepas,” katanya. POS sebelumnya memasang lima banner. Dan rencananya ke depan, pihaknya berencana akan memasang banner serupa di setiap kecamatan di Kabupaten Pati sebagai bagian dari kampanye menyuarakan pemberantasan korupsi. Sementara itu, Kasatpol PP Pati, Tri Wijinarko, membenarkan adanya penertiban banner yang dipasang POS di sekitar kawasan Alun-alun Pati. Wiji menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan isi banner yang menyerukan pemberantasan korupsi. Menurutnya, substansi tersebut merupakan hal positif. Namun, pemasangan banner tetap harus mengikuti ketentuan mengenai lokasi pemasangan alat peraga atau media informasi. “Sebenarnya apa yang disuarakan oleh POS terkait banner yang isinya menyatakan pemberantasan korupsi itu positif. Namun pemasangan banner itu di area yang dilarang oleh Perda, otomatis kami tertibkan,” jelas Wiji. Dia menyebut banner yang ditertibkan masih dalam kondisi baik dan dapat diambil kembali oleh pihak POS. Terkait permintaan agar banner tersebut dapat dipasang kembali, Satpol PP Pati akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “POS datang ke Kantor Satpol PP merasa keberatan atas tindakan tersebut, kami terima. Kami akan segera koordinasikan dengan OPD terkait apakah banner tersebut bisa dipasang kembali atau tidak untuk beberapa hari kedepan,” ujarnya. Wiji mengatakan hasil koordinasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Ketua POS, Suharno. Lebih lanjut, Wiji menjelaskan terdapat sejumlah kawasan yang dilarang untuk pemasangan banner maupun spanduk. Di antaranya kawasan sekitar Alun-alun Pati, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Pemuda. Selain memperhatikan lokasi, pemasangan banner juga harus mencantumkan identitas pemilik atau nama organisasi maupun kelompok yang memasangnya. Hal itu diperlukan agar pihak yang memasang dapat dihubungi apabila terdapat persoalan. “Ditegaskan semua jenis apapun, baik banner maupun spanduk, tidak diperbolehkan dipasang di sekitar alun-alun. Harus steril,” tegasnya. Dua Nelayan Tayu Tenggelam di Perairan Juwana, Satu Tewas dan Satu Masih Dicari Imbas Keracunan, SPPG Gembong Masih Di Suspend Sidak SPPG Pati, Plt Bupati Soroti IPAL Tak Sesuai Kapasitas: Jangan Sampai Ganggu Warga

7 Fakta Berkebun Baik Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Jurnalindo.com – Tidak jarang, area lahan hijau atau taman yang kita miliki kurang maksimal kita gunakan. Beragam alasan pun muncul, ada sebagian dari kita yang tidak memiliki waktu, tak punya bakat dalam berkebun, dan takut serangga.

Ini adalah beberapa alasan yang menjadikan lahan tersebut nganggur. Padahal, ada banyak fakta berkebun yang baik untuk kesehatan baik mental maupun fisik. Karena merawat tanaman sekecil apapun, bisa meningkatkan kualitas kehidupan.

Ada banyak orang yang tak menyadari hal ini. Bahwa dengan berkebun adalah kegiatan kegiatan fisik yang punya intensitas setara olahraga lari menggunakan treadmill dengan kecepatan 5 km/jam.

ukann hanya bisa memperindah halaman rumah kita, tapi dengan meluangkan waktu  beberapa menit saja dalam sehari untuk memelihara tanaman. Maka kita bisa meningkatkan kesehatan bagi tubuh secara menyeluruh.

Inilah 7 Fakta Tentang Berkebun untuk Kesehatan

Ada beberapa manfaat yang bisa kita rasakan saat berkebun, terutama untuk kesehatan tubuh. Mungkin bagi sebagian besar dari kita masih belum ada banyak yang mengetahuinya. Padahal, melakukan kegiatan seperti menanam buah, tanaman, atau sayur  di halaman rumah yang luas atau berkebun pada area sempit.

Memiliki manfaat yang sangat baik dapat menunjang kesehatan. Perlu Anda ketahui, aktivitas berkebun mampu memberi manfaat bagi kesehatan tubuh kita dan mental lebih baik. Termasuk dapat meningkatkan sistem imun bagi tubuh.

Terlebih, berkebun juga merupakan kegiatan sederhana bahwa tak memerlukan tenaga besar. Namun manfaat berkebun sangat luar biasa untuk tubuh. Tentu menjamin siapapun bisa melakukannya.

Karena berkebun tanaman hias  dapat menjadikan rumah tampak terlihat lebih segar dan asri. Selain itu, dengan berkebun sayur dan buah juga bisa memberi kepuasan tersendiri pada saat panen. Berikut beberapa fakta lainnya tentang berkebun yang baik bagi kesehatan.

1.    Berkebun Dapat Meredakan Stres

Apakah Anda sedang memiliki pikiran yang ruwet dan tak menentu? Anda bisa mencoba dengan berkutat dengan pekarangan rumah. Sebab dengan tampilan pemandangan hijau khas alam tersebut bisa kita lihat pada saat berkebun. Sehingga mampu menghilangkan stres bahkan mengurangi perasaan yang negatif.

Sebuah penelitian Belanda telah menguji steroid alami dapat membantu tubuh akan merespons stres. Selain itu, juga menemukan jika dengan berkebun mampu meredakan stres lebih baik selain membaca. Bagi mereka yang tengah berkebun pada skala rumahan mengatakan bahwa kegiatan tersebut mempunyai manfaat psikologis.

Termasuk menghilangkan stres. Karena bagi kita yang  berkebun dengan skala rumahan, tentu lebih mementingkan khasiat dan manfaat sebagai penghilang stres ketimbang manfaat ekonomi.

Sebab fakta ini juga kita dapatkan dari berkebun. Dengan hilangnya stres, terjadi tidak hanya karena aktivitas berkebunnya saja. Tapi ada bakteri pada tanah juga bisa memerangi stres. Sebab bakteri itu bertindak sebagai antidepresan bahkan bisa meningkatkan sistem kekebalan lebih kuat.

2.    Berkebun Bagaikan Seperti Olahraga

Dengan berkebun, maka akan memaksa kita agar mencangkul, mengangkat pupuk, bahkan memotong rumput. Serangkaian kegiatan ini tentu melibatkan otot tubuh. Pusat CDC Amerika mengkategorikan dengan berkebun merupakan kegiatan fisik sedang. Mereka mencatat hal ini dapat membakar 300 kalori lebih per jam.

Tentu hampir sama seperti kita bermain golf membawa tongkat golf sambil berjalan. Atau sama seperti melakukan aktivitas seperti merapikan halaman, memotong kayu, mengangkut  tanah berat dapat membakar sekitar 400 kalori.

Sebuah studi menunjukkan dengan berkebun bisa membantu kita untuk mengimbangi penambahan kenaikan berat badan sesuai usia. Terlebih juga ada banyak manfaat fisik lainnya.

Sebab terbukti dapat meningkatkan ketangkasan hingga kekuatan tangan. Aktivitas yang memerlukan tenaga ini pun dapat membuat anda tidur dengan lebih nyenyak pada malam hari.

3.    Berkebun Dapat Melawan Sakit Kronis

Jika anda berkebun secara outdoor, maka akan mengakibatkan anda terpapar sinar UV yang lebih banyak. Ini adalah cara yang paling efektif agar bisa mendapat vitamin D alami yang sangat bermanfaat bagi metabolisme maupun kekebalan tubuh.

Sedangkan asupan dari Vitamin D ini sendiri memberikan efek positif bagi penderita penyakit jantung, diabetes tipe 2, kesehatan tulang, kesehatan usus hingga depresi.  Sebab vitamin D terbukti dapat mengatur masalah saluran pencernaan.

Tapi anda perlu tahu, tentang bagaimana cara yang aman untuk menghabiskan waktu saat terkena sinar matahari, seperti mengetahui jam-jam yang bagus untuk berjemur atau menggunakan lotion sebagai pelindung sinar matahari.

Meskipun bukan tergolong kegiatan kardio, tapi berkebun juga mampu menurunkan adanya penyakit jantung. Sebab, saat Anda berkebun, maka tubuh khususnya bagian kaki dan tangan bekerja jauh lebih keras. Fakta berkebun inilah yang dapat memberi pengaruh baik bagi otot jantung kita.

4.    Mencegah Munculnya Demensia

Tidak hanya sekedar berolahraga, karena jika kita berkebun pun akan berpengaruh baik pada otak kita, khususnya sebagai pelindung timbulnya demensia. Sebab berkebun dapat merangsang fungsi kognitif. Sebuah studi menemukan, bahwa berkebun mampu menurunkan 36% risiko munculnya demensia lebih rendah.

5.    Berkebun Membantu Lebih Sehat

Bila kita berkebun menanam  sayuran, buah-buahan, serta tumbuhan herbal. Tentu dapat merasakan manfaatnya, yaitu mempunyai asupan makanan yang sehat. Sebuah studi menyebutkan bahwa anak-anak akan lebih cenderung memakan sayur dan buah yang tumbuh dari rumah sendiri. Tentu memiliki manfaat berkebun untuk anak yang lebih sehat.

6.    Berkebun Membantu Anda Terhubung

Melakukan aktivitas berkebun juga dapat menghubungkan anda dengan komunitas lebih luas sebagai pecinta tanaman dan juga dapat memerangi kesehatan negatif akibat perasaan kesepian.

Terlebih pada masa pandemi seperti ini, Anda tetap dapat terhubung dengan beragam komunitas berkebun lewat media sosial. Dengan komunitas ini, kita dapat membangun taman untuk memberikan efek positif terhadap udara lingkungan, termasuk daerah perkotaan.

Sebuah studi menemukan bila dengan berkebun akan memberi kesempatan dapat meningkatkan komunikasi antar ras pada sebuah lingkungan.

7.    Berkebun Dapat Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Mood

Melakukan kegiatan berkebun ini juga akan bersentuhan langsung pada alam, sehingga menjadikan suasana hati yang lebih baik.

Sebab mampu menambah rasa optimisme  dan positif dalam diri. Fakta ini dapat menghindarkan Anda dari adanya rasa depresi hingga penyakit mental lain. Dengan segala manfaat berkebun bagi lingkungan ini, tentu tidak heran bila berkebun pun dapat meningkatkan rasa percaya diri yang mungkin selama ini mengalami masalah.

Kita bisa semakin berkomunikasi dengan banyak orang, untuk semakin membuka diri dan memperbaiki masalah ketidak percayaan diri agar semakin membaik. Sehingga fakta inipun juga akan membantu kita memperbaiki kondisi diri.

Berkebun bukan hanya bisa kita lakukan secara outdoor pada halaman yang luas dengan modal besar. Namun kita bisa memanfaatkan halaman rumah kita untuk menanam sayuran, buah dan tanaman herbal.

Kita bisa memulai berkebun dengan lahan kecil, meskipun demikian, namun ada segudang manfaat yang bisa kita rasakan dengan berkebun. Fakta berkebun ini tentu akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.