Jurnalindo.com, – Komisi D DPRD Kabupaten Pati berkomitmen mengawal penanganan kasus yang menimpa seorang siswa Sekolah Rakyat (SR) di Tlogowungu hingga tuntas.
Selain memastikan kondisi kesehatan korban pulih, DPRD juga mendorong agar siswa tersebut dapat kembali mengenyam pendidikan di lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Bandang Teguh Waluyo, mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pemulihan kondisi korban serta mencarikan sekolah baru melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Menurutnya, korban saat ini tidak bersedia kembali bersekolah di SR. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret agar hak korban untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.
“Fokus kami hari ini bagaimana anak ini bisa sehat kembali dan bisa sekolah kembali, karena anak ini tidak mau sekolah kembali lagi ke SR, sehingga sekolahnya nanti akan kita carikan lewat Dinas Pendidikan,” ujar Bandang.
Selain persoalan pemulihan korban, Bandang turut menyoroti isu yang berkembang mengenai keterangan bahwa siswa tersebut jatuh dari tangga.
Ia menyampaikan bahwa dalam pembahasan yang dilakukan, muncul pengakuan bahwa keterangan tersebut merupakan rekayasa pihak sekolah dengan alasan menjaga situasi tetap kondusif.
Namun, Bandang menegaskan bahwa alasan menjaga kondusifitas tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan tersebut. Menurutnya, praktik semacam itu tidak tepat dan tidak mencerminkan nilai pendidikan yang semestinya diterapkan oleh lembaga sekolah.
“Memang itu salah satu rekayasa dari sekolah supaya sekolahnya kondusif. Tetapi, tidak semata-mata kita betulkan karena ini tidak baik, ini tidak bisa mendidik,” tegasnya belum lama ini.
Lanjut Bandang, akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut. Ia mengingatkan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk menjadi persoalan bagi sekolah lain apabila tidak ditangani secara serius.
Pihaknya menyebut telah menyampaikan perlunya pembenahan kepada pihak terkait, termasuk kepada seseorang yang disebutnya sebagai Pak Madun dan pihak-pihak lainnya.
Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya berfokus pada penanganan kasus yang sedang terjadi, tetapi juga harus menyentuh perbaikan tata kelola dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah.
Ia menilai sekolah yang memberikan layanan pendidikan dan fasilitas bagi anak-anak dari keluarga kurang beruntung, termasuk kelompok desil satu, seharusnya diimbangi dengan kualitas tenaga pendidik yang memadai.
“Sekolahnya bagus, tempat makan tiga hari di sana, tempat istirahatnya juga bagus. Sekolahnya harusnya bagus. Nah, tetapi juga diimbangi dengan SDM pendidikan yang juga harus bagus,” ungkapnya.
Komisi D DPRD Pati berencana mendalami persoalan tersebut dan mendatangi sekolah terkait untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan pembenahan yang diperlukan.
“Kami akan mendalami itu dan kami akan datangi sekolahnya,” pungkas Bandang. (Juri/Jurnal)











