Jurnalindo.com, – Pemasangan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Pati, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah material paving yang mengalami kerusakan dan pecah.
Padahal, proyek trotoar dengan panjang sekitar 2,5 kilometer dan nilai anggaran Rp14,359 miliar tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Temuan paving yang pecah tersebut mendapat respons dari pihak pelaksana. BPK Pelaksana dari Balai Penataan Bangunan dan Pemukiman Kawasan Jawa Tengah, Dika Dwiangga, memastikan material yang mengalami kerusakan atau cacat mutu akan diganti.
“Untuk yang retak pasti akan diganti. Kami meminta warga Pati kalau ada paving yang cacat mutu nanti akan diganti. Kami terbuka dalam penggantian material,” kata Dika di depan awak media, pada kamis (8/10/2026).
Menurut Dika, kualitas pekerjaan akan terus dievaluasi selama proyek berlangsung. Pihaknya berkomitmen memastikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam proses lelang.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya bertugas sebagai PPK pelaksanaan, bukan PPK perencanaan. Karena itu, penggunaan paving sudah menjadi bagian dari dokumen pekerjaan yang diterima saat pelaksanaan proyek.
“Saya tidak mengikuti, karena saya PPK pelaksanaan, bukan PPK perencanaan. Sehingga yang kami terima sudah menggunakan paving,” ujarnya.
Dika menyebut masih terdapat sejumlah bagian proyek yang belum selesai, termasuk pekerjaan finishing. Karena itu, kondisi pekerjaan yang belum sempurna masih akan dievaluasi bersama dengan pihak kontraktor.
“Ini dari kontraktor yang harus dievaluasi bersama. Memang ada beberapa segmen yang belum selesai, di antaranya finishing,” jelasnya.
Proyek tersebut tidak hanya mencakup pemasangan paving trotoar. Dalam pekerjaan senilai Rp 14,359 miliar itu juga terdapat pembangunan fasilitas lain, di antaranya lampu penerangan jalan umum (PJU) dan sejumlah segmen TPS 3R.
Sementara itu, Dimas Ariawanto dari PT Simpang selaku pelaksana pekerjaan mengatakan pihaknya siap melakukan perbaikan terhadap bagian trotoar yang dinilai belum rapi maupun mengalami kerusakan.
“Nanti kami siap untuk memperbaiki. Kemarin sudah ketemu dengan Komisi C, Pak Joni Kurniyanto. Beliau hanya menyampaikan kenapa berubah menjadi paving,” kata Dimas di hadapan awak media, Kamis (8/10/2026).
Dimas juga menegaskan penggunaan paving bukan merupakan keputusan kontraktor. Pihaknya hanya menjalankan pekerjaan berdasarkan hasil lelang.
“Kalau masalah konsep kami tidak tahu, kami hanya pelaksana saja. Yang kami terima dari lelang memang paving, jenis paving Holland warna hitam dan natural,” ujarnya.
Dengan progres pekerjaan yang baru mencapai sekitar 40 persen, pihak pelaksana memastikan material yang mengalami kerusakan akan dievaluasi dan diganti. Perbaikan tersebut diharapkan dilakukan sebelum seluruh proyek trotoar dinyatakan selesai pada akhir Desember 2026. (Juri/Jurnal)











