Jurnalindo.com, – Pembangunan trotoar di Jalan Panglima Jenderal Sudirman, Kabupaten Pati, menjadi sorotan Komisi C DPRD Kabupaten Pati. Selain pemasangan yang dinilai belum rapi dan kurang rata, penggunaan paving sebagai material trotoar juga dipertanyakan.
Komisi C menyoroti kondisi trotoar yang terlihat semrawut serta mempertanyakan penggunaan paving yang dinilai tampak seperti material lama.
Menanggapi sorotan tersebut, Dimas Ariawanto dari PT Simpang selaku pelaksana pekerjaan mengatakan pihaknya siap melakukan perbaikan terhadap bagian trotoar yang dinilai belum rapi.
“Nanti kami siap untuk memperbaiki. Kemarin sudah ketemu dengan Komisi C, Pak Joni Kurniyanto. Beliau hanya menyampaikan kenapa berubah menjadi paving,” kata Dimas di depan awak media, pada Kamis (8/10/2026).
Namun, Dimas menegaskan penggunaan paving bukan merupakan keputusan kontraktor. Menurutnya, pihaknya hanya bertindak sebagai pelaksana pekerjaan berdasarkan hasil lelang.
“Kalau masalah konsep kami tidak tahu, kami hanya pelaksana saja. Yang kami terima dari lelang memang paving, jenis paving Holland warna hitam dan natural,” ujarnya.
Terkait anggapan bahwa paving yang digunakan terlihat seperti material bekas, Dimas membantahnya. Ia memastikan seluruh paving yang dipasang merupakan material baru.
“Tidak, ini baru semua. Sebelum pemasangan ada pengajuan material dulu, kemudian konsultan memberikan arahan layak atau tidak untuk dipasangkan,” jelasnya.
Mengenai pemasangan yang dinilai kurang rapi, Dimas menyebut pekerjaan tersebut masih dalam proses. Ia mengatakan kondisi yang terlihat saat ini belum merupakan hasil akhir pekerjaan.
“Ini masih proses. Kalau tidak segera dipasang, kasihan kepada warga. Soalnya kan ada pembongkaran material sebelumnya, sehingga kami juga mengejar waktu. Yang penting dipasang dulu, nanti akan ada perapian,” katanya.
Dimas menjelaskan pembangunan trotoar tersebut memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer yang terbagi dalam empat segmen.
Menurutnya, pekerjaan tidak hanya mencakup pemasangan paving, tetapi juga sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat sampah, mesin pencacah sampah, bola, kanopi, kursi taman, hingga lampu penerangan jalan umum.
Ia menambahkan, proses pemasangan juga harus memperhatikan sejumlah utilitas yang berada di bawah trotoar, termasuk kabel yang tertanam.
“Waktu pemasangan paving agar tidak terlalu lama, pekerja juga harus mensterilkan dulu seperti kabel, karena kabelnya tertanam,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











