Jurnalindo.com, – Jagat maya Kabupaten Pati digegerkan dengan kabar penemuan bayi laki-laki di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026) malam. Namun, polisi mengungkap bahwa narasi bayi ditemukan terbuang di jalan tersebut ternyata merupakan cerita yang direkayasa pihak keluarga.
Kapolsek Margorejo, AKP Sahlan, mengatakan bayi tersebut sebenarnya dilahirkan di rumah warga Desa Badegan. Bayi kemudian dibawa oleh kakek dan neneknya ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.
Saat tiba di rumah sakit, bayi laki-laki tersebut diletakkan di dalam wadah kardus. Kondisi tali pusat atau ari-ari bayi juga masih menempel.
Kepada polisi, kakek dan nenek bayi mengaku menemukan bayi tersebut dalam kondisi tergeletak di jalan.
”Keduanya itu yang membawa sampai ke KSH. Ari-arinya masih menempel,” ujar AKP Sahlan, Rabu (9/9/2026).
Informasi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Foto proses evakuasi bayi turut beredar sehingga narasi penemuan bayi di jalan seolah-olah benar terjadi.
Mendapat laporan sekaligus mengetahui kabar tersebut viral, polisi kemudian melakukan penyelidikan. AKP Sahlan bersama tim Reskrim dan Resmob Polsek Margorejo menelusuri informasi mengenai asal-usul bayi tersebut.
Polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah bidan desa untuk memperoleh data ibu hamil di wilayah Kecamatan Margorejo.
Dari penelusuran tersebut, polisi menemukan seorang warga yang dicurigai berkaitan dengan kelahiran bayi. Petugas kemudian mendatangi rumah warga tersebut di Desa Badegan.
”Dari penelusuran data bidan desa, ada salah satu warga yang dicurigai. Setelah kami mendatangi rumahnya di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, kami menemukan adanya bercak darah. Setelah didalami, ternyata bayi tersebut memang dilahirkan di rumah itu,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ibu bayi merupakan perempuan warga Desa Badegan. Ia melahirkan di rumah pada Selasa malam.
Perempuan tersebut diketahui telah menikah secara resmi dengan seorang warga Kabupaten Kudus. Namun, rumah tangganya saat ini tengah dalam proses perceraian.
Polisi menduga persoalan rumah tangga dan kekhawatiran terhadap kondisi kehamilan tersebut diketahui publik menjadi alasan pihak keluarga memilih membuat cerita seolah-olah bayi ditemukan di jalan.
Meski demikian, AKP Sahlan menegaskan bayi tersebut sebenarnya tidak dibuang. Bayi justru dibawa ke RS KSH Pati untuk diserahkan dan mendapatkan penanganan.
”Sebenarnya itu nggak dibuang, tapi dikasihkan ke KSH. Tapi mungkin orang tuanya, mbahe itu merasa malu,” ungkapnya.
Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan fakta secara utuh, termasuk alasan keluarga membuat narasi penemuan bayi di jalan.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah kabar awal mengenai bayi ditemukan terbuang menyebar luas di media sosial. Fakta hasil penyelidikan polisi kemudian menunjukkan adanya perbedaan antara narasi yang beredar dengan kejadian sebenarnya. (Juri/Jurnal)











