KKN Undip Dukung Desa Wisata Langgenharjo, Embung dan UMKM Mulai Dikembangkan

Jurnalindo.com, – Upaya mengembangkan Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sebagai desa wisata mendapat dukungan dari mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Langgenharjo dalam menggelar Gelora Langgenharjo, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menggali potensi desa sekaligus memperkenalkan sejumlah daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Ketua Kelompok KKN Tematik Undip, Ghina, mengatakan Langgenharjo memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Salah satunya adalah Embung Langgenharjo yang dinilai memiliki panorama menarik, khususnya pada sore hari.

“Gelora Langgenharjo dan kolaborasi dengan UMKM masyarakat setempat, selain itu mengenalkan Embung Langgenharjo dan juga menggandeng RS Sebening Kasih dan PMI,” ujar Ghina di depan awak media.

Menurutnya, keberadaan embung menjadi salah satu aset yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Saat ini, warga telah memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai dan menikmati suasana sore.

Namun, sejumlah fasilitas penunjang masih diperlukan agar kawasan tersebut semakin nyaman sekaligus mampu menarik masyarakat dari luar desa.

“Sangat indah kalau di sore hari, namun masih ada kekurangannya seperti fasilitas dan sarana prasarana di area embung tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya mencoba memberikan sentuhan sederhana untuk mempercantik kawasan embung. Salah satunya dengan membuat tempat duduk berbahan ban bekas serta spot foto yang dapat dimanfaatkan pengunjung.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kawasan Embung Langgenharjo sebagai ruang publik sekaligus calon destinasi wisata.

Tak hanya mengembangkan embung, pihaknya juga mendorong potensi ekonomi masyarakat untuk menjadi bagian dari konsep desa wisata. Salah satunya melalui pelibatan UMKM dalam Gelora Langgenharjo.

Sejumlah kegiatan digelar dalam acara tersebut, mulai dari jalan sehat, lomba stan antar-RT hingga lomba memasak.

Lomba memasak bahkan menggunakan bahan-bahan yang menjadi produk unggulan masyarakat Langgenharjo, yakni telur asin, terasi dan kopi.

“Kami berikan tiga bahan utama masakan yakni telur asin, terasi, kopi. Bahan makanan ini merupakan bahan unggulan Desa Langgenharjo. Dan mereka nantinya akan menyajikan satu menu makanan rawon dan kopi gula aren,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenalkan potensi wisata, tetapi juga membantu mempertemukan potensi wisata dengan produk lokal masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Langgenharjo, Setiawan, menyebut rencana menjadikan Langgenharjo sebagai desa wisata sebenarnya telah muncul sejak beberapa tahun lalu.

Bahkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) telah dibentuk pada 2024. Namun, kepengurusan sempat berhenti setelah ketuanya meninggal dunia.

“Pembentukan Pokdarwis sebenarnya tahun 2024 lalu. Karena ketua Pokdarwis sudah meninggal, jadi kepengurusan belum berlanjut. Sehingga kami lanjutkan,” katanya.

Kini, Pokdarwis kembali dilantik dan diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan wisata desa.

Setiawan menyebut Langgenharjo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Selain embung, terdapat tambak, peternakan itik, UMKM hingga peluang menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pemancingan.

“Potensi terutama di Desa Langgenharjo sendiri ini bisa menjadi pusat pemancingan warga. Alhamdulillah di sebelahnya ada Kopdes Merah Putih. Yang bisa ditonjolkan juga sapto iren, yakni ternak itik dan tambak,” tuturnya.

Kolaborasi antara KKN Undip dan pemerintah desa tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Gelora Langgenharjo. Dukungan mahasiswa diharapkan mampu memberikan gagasan awal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. (Juri/Jurnal)