Jurnalindo.com, – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pati memasuki tahap akhir berupa daftar ulang. Meski proses penerimaan siswa baru hampir rampung, banyak sekolah, terutama SMP swasta, masih belum mampu memenuhi kuota peserta didik yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Fauzin Futiarso, mengatakan pendaftaran SPMB SMP telah berlangsung pada 8 hingga 10 Juni 2026. Sementara itu, tahapan daftar ulang dilaksanakan mulai 15 hingga 18 Juni 2026.
“Kalau SPMB pendaftaran mulai 8 Juni sampai 10 Juni. Saat ini sudah daftar ulang sejak Senin kemarin sampai Kamis besok,” ujarnya saat ditemui awak media, Kamis (18/6/2026).
Fauzin menjelaskan, setiap SMP memiliki kuota penerimaan siswa baru yang berbeda-beda. Penetapan kuota tersebut disesuaikan dengan jumlah ruang kelas yang tersedia serta jumlah tenaga pendidik di masing-masing sekolah.
“Kuotanya antar SMP berbeda tergantung pengusulan berdasarkan ketersediaan ruang dan jumlah guru yang mengajar. Ada beberapa sekolah yang sudah terpenuhi, dan ada juga sekolah yang kuotanya belum terpenuhi,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar SMP swasta masih kesulitan memenuhi target penerimaan siswa baru. Sementara di sekolah negeri, hanya beberapa sekolah yang masih memiliki kuota kosong.
“Kalau SMP negeri yang belum terpenuhi salah satunya SMPN 6 Pati yang kuotanya belum terpenuhi. Saya lihat ada tiga ruang kelas yang belum terpenuhi,” katanya.
Ia menilai belum terpenuhinya kuota siswa baru di sejumlah sekolah dipengaruhi oleh menurunnya jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan peserta didik baru semakin ketat.
“SMP swasta banyak yang belum tercapai. Ada yang belum terpenuhi, belum tercapai karena jumlah lulusan SD dan MI menurun dibanding tahun lalu,” terangnya.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, seluruh SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Pati telah menerapkan sistem pendaftaran secara daring atau online. Kebijakan tersebut menjadi perluasan dari tahun sebelumnya yang hanya diterapkan pada SMP negeri.
“Tahun lalu yang online hanya SMP negeri, kalau sekarang ini SMP swasta dan negeri semuanya online. Jumlah SMP negeri di Pati 58 sekolah dan SMP swasta di Pati 40 sekolah, kalau total keseluruhan 98 SMP,” jelas Fauzin.
Meski secara umum pelaksanaan SPMB berjalan lancar, Disdikbud masih menemukan kendala di kalangan orang tua siswa yang belum terbiasa menggunakan sistem pendaftaran online.
Menurut Fauzin, sosialisasi telah dilakukan melalui Kantor Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) kepada sekolah-sekolah. Namun, penyampaian informasi kepada orang tua dinilai belum optimal sehingga masih banyak yang mengalami kesulitan saat proses pendaftaran.
“Pelaksanaan SPMB SMP Alhamdulillah berjalan baik dan lancar, tapi kendalanya hanya orang tua tidak terbiasa menggunakan jalur online sehingga menjadi kendala. Harus ada sosialisasi ke orang tua juga. Kalau selama ini sosialisasi ke SD dan SMP, kalau orang tuanya kurang, sehingga menjadi kesulitan,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya tahap daftar ulang pada 18 Juni 2026, sejumlah sekolah masih berharap dapat memenuhi kuota peserta didik baru sebelum dimulainya tahun ajaran 2026/2027. (Juri/Jurnal)











