Jalan Rusak Puluhan Tahun, Warga Tompegunung Mengadu ke Pendopo Pati

Jurnalindo.com
Jurnalindo.com

Jurnalindo.com, – Puluhan warga Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati mendatangi Pendopo Kabupaten Pati untuk mengadukan kondisi jalan rusak parah yang telah bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah.

Koordinator warga Tompegunung, Nardi, mengatakan jalan yang berada di Dukuh Belor tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat. Jalan sepanjang sekitar 3 kilometer itu menghubungkan Desa Tompegunung dengan Desa Durensawit, Kecamatan Kayen.

Menurutnya, kerusakan jalan telah berlangsung selama puluhan tahun dan berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga layanan kesehatan.

“Jalan ini sangat penting bagi warga. Anak-anak sekolah melewati jalan ini, masyarakat yang hendak ke pasar juga lewat sini, termasuk warga yang membutuhkan akses ke rumah sakit. Namun kondisinya rusak parah dan sudah berlangsung puluhan tahun,” ujarnya, Rabu (17/06/2026).

Dikatakan sebanyak 60 warga hadir dalam audiensi yang diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra di ruangnya. Warga minta Pemerintah Kabupaten Pati segera merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Hasil audiensi menyepakati bahwa pemerintah daerah akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Sabtu (20/6/2026) mendatang.

Nardi berharap peninjauan tersebut menjadi langkah awal percepatan pembangunan jalan sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman.

“Kami berharap jalan ini segera dibangun. Kasihan anak-anak sekolah dan masyarakat yang setiap hari harus melewati jalan yang rusak,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Pati disebut telah merencanakan pembangunan jalan tersebut dengan konstruksi cor beton. Pekerjaan itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar yang akan dialokasikan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso, enggan memberikan keterangan saat dimintai tanggapan oleh awak media usai kegiatan.

“Gak usah ya, perutku lagi sakit,” ucap Riyoso sambil bergegas menuju mobilnya. (Juri/Jurnal)