Jurnalindo.com – Kepergian selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di balik sosoknya yang dikenal mandiri dan tak ingin merepotkan orang lain, tersimpan kisah pilu yang kini paling disesali oleh sang ayah, M. Feroz.
Di tengah suasana haru, M. Feroz menceritakan bahwa putrinya memilih menyembunyikan rasa sakit yang ia derita demi menjaga perasaan orang tuanya. Ketegaran Lula justru membuat keluarga tak mengetahui kondisi kesehatan yang sebenarnya ia alami.
Bagi sang ayah, Lula Lahfah adalah sosok anak yang luar biasa berbakti dan penuh kepedulian. Ia tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya di hadapan ayah dan ibunya, meski tengah menahan sakit.
“Lula itu anak yang baik, anak yang sangat peduli sama keluarga, peduli sama orang tua. Dan kita juga lihat dia sama teman-temannya juga baik,” kata M. Feroz dengan suara bergetar saat ditemui di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). dilansir dari detik.com
Di balik perhatian dan kepeduliannya terhadap orang lain, Lula ternyata tengah berjuang melawan komplikasi penyakit asam lambung (GERD) serta pembengkakan usus yang cukup serius. Penyakit tersebut dikabarkan kerap kambuh dan sempat membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit, termasuk saat momen pergantian tahun baru lalu.
Meski kondisi kesehatannya memburuk, Lula disebut tak pernah mengeluh kepada keluarga. Ia lebih memilih mencurahkan keluh kesahnya kepada teman-teman terdekat.
“Dia gak pernah mengeluh sama keluarga. Dia mengeluhnya sama teman-teman terdekat dia. Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri. Tapi kita gak tahu itu,” tutur M. Feroz.
Kini, kisah ketegaran Lula Lahfah menjadi kenangan sekaligus penyesalan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Sosoknya dikenang sebagai pribadi kuat, penuh kasih, dan selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain di atas dirinya sendiri.
Jurnal/Mas












