Bupati Pati; Kesadaran Masyarakat Mengenai Sampah Masih Kurang

Jurnalindo.com, Pati – Memasuki musim penghujan sekarang ini Bupati Haryanto mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan. Dikarenakan tumpukan sampah bisa menyumbat aliran sungai sebagai pemicu banjir.

“Masyarakat harus diberi pengertian untuk tidak buang sampah sembarangan. Kesadaran masyarakat masih kurang,” kata Bupati dilansir dari Jawapos.com.

Dalam beberapa hari terakhir, dinas terkait juga telah menerjunkan jumlah alat berat untuk membersihkan sungai yang penuh dengan sampah, seperti bambu, sampah plastik, kayu, dan mengomel-ranting tumbuhan. Hal itu guna menghindari banjir saat hujan deras.

Perlu diketahui, dalam beberapa hari terakhir, curah hujan di kawasan Pati mulai meningkat. Bahkan hujan kemarin dan Senin (20/12/2021) menggenangi rumah sebagian warga di Desa Slungkep, Kecamatan Kayan. Sebelumnya, banjir juga merendam kawasan Desa Glonggong Jakenan.

Direktur Tata Usaha (Kalakhar) Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengatakan, curah hujan diperkirakan akan lebih tinggi pada akhir Desember. Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir untuk selalu siaga.

“Banjir datang tidak bisa diprediksi. kadang ada wilayah yang tergenang sementara karena banjir bandang. Seperti di Slungkep kemarin, di sana hanya hujan gerimis, tetapi dapat membanjiri kiriman dari wilayah Pegunungan Kendeng. Yang penting masyarakat selalu waspada,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam hal kewaspadaan ini, jauh-jauh hari nanti juga sudah menyiagakan personel untuk melakukan hal yang diperlukan. Kemudian untuk antisipasi bencana banjir juga terus dilakukan, seperti penambalan tanggul yang jebol dan penguraian sampah yang menghambat laju air di sungai.

“Anggota kami selalu bergerak di wilayah-wilayah yang rawan banjir, mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada,” imbuhnya.

Selain itu, diharapkan juga menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai sesuai Arahan Bupati Pati.

Sebab, sebagian besar tanggul sungai yang jebol adalah karena banyaknya sumbatan di sungai, sehingga laju aliran udara tidak bisa berjalan normal.

(ahr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *