Jurnalindo.com, – Kebakaran kembali terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Api yang muncul pada Rabu (23/9/2026) siang hingga Kamis (24/9/2026) belum sepenuhnya padam.
Kondisi tersebut semakin sulit ditangani karena tumpukan sampah di lokasi masih menyimpan bara dari kebakaran sebelumnya. Bahkan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, bara dari kebakaran pada 2024 hingga kini masih dapat memunculkan asap dan titik api.
Kepala BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, karakteristik tumpukan sampah yang membusuk membuat api sulit benar-benar padam. Proses pembusukan menghasilkan gas sehingga bara dapat bertahan di bagian dalam timbunan.
“Kalau ditanya apinya sudah padam atau belum, kami katakan apinya belum padam. Kebakaran tahun 2024 saja belum ada, apalagi kebakaran kemarin siang,” ujar Martinus.
Menurut Martinus, api tidak hanya berada di permukaan tumpukan sampah. Bara dapat bertahan di bagian dalam dan kemudian kembali muncul ke permukaan. Kondisi tersebut membuat api mudah merambat ke bagian timbunan lainnya.
“Kami melihat tumpukan sampah yang berada di lokasi terbakar semua. Karena tipikal sampah menghasilkan gas sehingga sangat mudah merambat,” jelasnya.
Ia menyebut, keberadaan titik api semakin terlihat ketika malam hari. Asap juga masih keluar dari sejumlah bagian timbunan sampah meski sebelumnya telah dilakukan pemadaman.
Martinus mengatakan, tim BPBD telah berada di lokasi sejak Rabu hingga malam untuk melakukan penanganan. Pemadaman kemudian kembali dilakukan pada Kamis hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
“Sejak kemarin saya di lokasi sampai malam dan hari ini kami meninggalkan lokasi jam 1 siang, apinya belum padam,” katanya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, BPBD bersama Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengerahkan sejumlah armada serta pasokan air.
Hingga Kamis sekitar pukul 13.00 WIB, tercatat sekitar 10 tangki air telah digunakan untuk mendukung proses pemadaman.
Total terdapat 11 kendaraan yang terlibat dalam penanganan. Rinciannya, empat armada dari Damkar, lima armada BPBD, dan dua armada dari DLH.
Petugas masih melakukan penyiraman pada sejumlah titik yang mengeluarkan asap dan bara. Penanganan dilakukan untuk menekan potensi api kembali muncul dan merambat di dalam timbunan sampah. (Juri/Jurnal)











