Jurnalindo.com, – Pati, 4 Oktober 2026 – Dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selama empat bulan terakhir memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Merespons kondisi tersebut, Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan puluhan ribu liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Minggu (4/10/2026).
Bantuan disalurkan menggunakan empat unit armada truk tangki yang menyisir warga terdampak di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kayen, Jakenan, Pucakwangi, dan Winong.
Sejak pagi, ratusan warga tampak antusias mendatangi titik penyaluran dengan membawa beragam wadah penampung air, mulai dari galon, jeriken, ember, hingga drum. Proses distribusi berlangsung tertib berkat koordinasi antara pengurus PGSI, perangkat desa, dan tim pendamping di lapangan.
Kekeringan berkepanjangan membuat sumber air utama masyarakat surut drastis. Sumur-sumur warga maupun mata air yang selama ini diandalkan kini mengering sepenuhnya.
“Sudah tiga bulan ini warga krisis air bersih. Air sumur yang biasanya kami gunakan sehari-hari dari mata air sekarang sudah kering,” tutur salah satu warga di sela-sela antrean. Kondisi ini memaksa warga menghemat penggunaan air serta mencari sumber alternatif demi mencukupi kebutuhan harian.
Ketua PGSI Kabupaten Pati, Sunoto, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian kemanusiaan murni yang disepakati melalui rapat koordinasi pengurus PGSI setelah melihat parahnya dampak kemarau di wilayah tersebut.
“Selama tiga bulan kemarau ini, kami melihat warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Semoga bantuan air bersih yang kami kirimkan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Sunoto di sela-sela kegiatan penyaluran.
Inisiatif PGSI ini disambut hangat oleh warga dan tokoh masyarakat setempat. Salah satu perwakilan tokoh masyarakat mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian PGSI.
“Mewakili warga, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Sunoto selaku Ketua PGSI Kabupaten Pati atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat-sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat menopang kebutuhan dasar harian warga selama krisis air masih berlangsung. Ke depan, PGSI juga berkomitmen untuk mendorong penanganan kekeringan secara berkelanjutan, termasuk menyuarakan penguatan infrastruktur dan akses air bersih permanen bagi wilayah-wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Pati. (Jurnalindo.com)











