MTsN 1 Pati Sabet Gelar Juara Umum Final Provinsi JSO 2026

Jurnalindo.com
Jurnalindo.com

Jurnalindo.com, Pati – MTsN 1 Pati sukses dinobatkan sebagai juara umum dalam ajang bergengsi Final Tingkat Provinsi Jawa Tengah Jenius Science Olympiad (JSO) 2026 yang digelar pada Minggu (17/5) di Universitas Negeri Surakarta (UNS).

Dalam kompetisi yang mempertemukan 4.378 siswa terbaik se-Jawa Tengah ini, MTsN 1 Pati berhasil mendominasi dengan membawa pulang 21 medali. Rincian perolahan medali yang dikumpulkan, meliputi 5 medali emas, 7 medali perak, dan 9 medali perunggu.

Adapun kelima medali emas tersebut masing-masing dipersembahkan oleh David Mulia Putra (IPA), Naufal Alfariqo Herbiana (MTK), M. Abdul Fattah (MTK), Gandi Aregha Windu (MTK), dan Alphardio Nedavian Wibowo (MTK).

Sementara itu, medali perak diraih oleh Akhsanul Qusyasi Cokro Buwono (IPA), Aimar Danendra Mahardika (IPA), Muhammad Irfan Maulana (IPA), Muhammad Azka Alikya Elfaiz (IPA), Raihandika Dzaki Valensia (IPS), Daffa Aksel Alvaro (IPS), dan Tama Lintang Khayrul Raja (MTK).

Tidak kalah membanggakan, 9 medali perunggu diamankan oleh Fahreza Arya Satya (IPA), Siyada Fela Suffah (IPS), Mahatma Radya Jatmiko (IPS), Ghaisan Ahmad Khalfani (IPS), Qori Avinta Marsya Udaimatunur (MTK), Kenji Kukuh Meilano (MTK), Radhin Anarghya Wirabumi (B. Inggris), Alphardio Nedavian Wibowo (B. Inggris), dan Gavin Elhaziq Dyonino (B. Inggris).

Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi siswanya yang tidak pernah surut. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara kerja keras siswa, bimbingan guru, dan dukungan penuh orang tua.

“Capaian sebagai juara umum JSO 2026 tingkat provinsi ini adalah sebuah anugerah luar biasa sekaligus bukti bahwa usaha tidak akan menghianati hasil, yaitu konsistensi anak-anak dalam belajar dan berjuang. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga Kabupaten Pati di kancah Jawa Tengah. Harapan kami, ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan tradisi juara,” ujar Wahyu.

Perwakilan guru pembimbing, Farida Nurun Najah mengungapkan bahwa kompetisi di tingkat provinsi membutuhkan persiapan yang tidak instan. Selain kesiapan materi, ia juga mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga kondisi kesehatan dan menanamkan target tinggi yang ingin dicapai dalam setiap kompetisi.

“Melalui kerjasama yang baik antar tim pembimbing khususnya mata pelajaran IPA, jadwal yang terstruktur, dan pemetaan soal yang tepat insya Allah hasilnya sesuai dengan harapan. Semoga prestasi yang didapat, bisa menambah semangat dan kekuatan kami untuk berjuang di event besar selanjutnya,” harap Farida.

Salah satu siswa, David, mengatakan kompetisi ini memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam hal membentuk kedisiplinan dan memacu diri untuk belajar lebih giat.

“Rasa lelah yang sempat saya rasakan justru menjadi alasan kuat untuk menang, sehingga prestasi yang saya capai ini terasa jauh lebih berkesan. Kuncinya adalah belajar lebih giat, meningkatkan ibadah, mengurangi waktu bermain, dan berusaha hidup lebih disiplin,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Intan Mutia selaku penyelenggara, Muhammad Ali Yasin mengapresiasi atas kesuksesan MTsN 1 Pati yang berhasil mempertahankan posisi sebagai pioneer madrasah berprestasi di Indonesia.

“Meskipun jauh dari pusat kota, namun MTsN 1 Pati mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi peningkatan mutu pendidikan di kabupaten Pati. Harapan kami sebagai pelaksana, prestasi ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan sehingga MTsN 1 Pati ke depannya bisa konsisten meraih juara baik di bawah event Yayasan Intan Mutia maupun di berbagai event prestisius lainnya. Selamat dan sukses atas segala raihan prestasi anak-anak MTsN 1 Pati,” tuturnya. (humas_mtsn1pati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *