Jurnalindo.com, – Pembangunan di RSUD RAA Soewondo Pati yang sempat terhenti akibat persoalan cagar budaya menjadi sorotan Komisi D DPRD Kabupaten Pati. Untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, Tim Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan datang ke Kabupaten Pati pada 21 Juli 2026.
Hal itu terungkap saat Komisi D DPRD Pati melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD RAA Soewondo pada Senin (13/7/2026).
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang, mengatakan pihaknya telah meminta penjelasan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RAA Soewondo terkait administrasi dan prosedur pembangunan yang sebelumnya dihentikan.
Menurutnya, penghentian pembangunan dilakukan sembari menunggu hasil evaluasi dari Tim Cagar Budaya. Karena itu, Komisi D juga menanyakan kelengkapan surat dan dokumen yang berkaitan dengan proyek tersebut.
“Yang kedua kami juga berbicara terkait dengan bangunan yang kemarin itu berhenti dulu karena nunggu evaluasi dari pihak cagar budaya. Dan kami menanyakan surat dan sebagainya tadi karena ini terkait dengan cagar budaya,” ujar Teguh.
Bandang mengungkapkan, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo yang baru menjabat beberapa hari mengaku belum mengetahui secara rinci proses pembangunan sebelumnya. Meski demikian, pihak rumah sakit disebut telah mengakui adanya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan pembangunan.
“Memang kita akui Pak Plt Direktur ini juga belum tahu karena beliau belum masuk saat pembangunan itu. Dan rasa-rasanya tadi juga pihak rumah sakit sudah mengakui kalau ini ada kesalahan prosedur,” katanya.
Komisi D bersama Plt Direktur juga meninjau langsung bangunan yang menjadi perhatian. DPRD meminta agar seluruh rencana pembangunan di lingkungan RSUD Soewondo ke depan dibahas terlebih dahulu agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Kami sudah mewanti-wanti ini pertama dan terakhir. Kalau ada pembangunan apa pun yang terjadi di rumah sakit harus dilakukan pembahasan,” tegas Teguh.
Ia mengapresiasi langkah Plt Direktur yang langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sejak awal menjabat guna mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Komisi D, lanjutnya, akan terus mengawal proses penyelesaiannya.
Sebagai tindak lanjut, Tim Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan hadir di Pati pada 21 Juli 2026 untuk menggelar rapat bersama Plt Direktur RSUD RAA Soewondo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.
“Tadi sudah kami rapatkan. Insya Allah tanggal 21 Tim Cagar Budaya dari Jawa Tengah akan datang ke Pati. Ketemu dengan Plt Direktur RSUD RAA Soewondo, ketemu dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati. Beliau akan merapatkan,” ungkapnya.
Meski demikian, Bandang menegaskan keputusan akhir terkait kelanjutan pembangunan tetap berada di tangan Pemerintah Kabupaten Pati.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Ahmad Husin, menyambut baik sidak yang dilakukan Komisi D DPRD Pati. Menurutnya, berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti, salah satunya melalui pembenahan sistem parkir rumah sakit.
Selain itu, Ahmad Husin juga memaparkan perkembangan layanan catheterization laboratory (cath lab) di RSUD RAA Soewondo. Ia menyebut fasilitas tersebut telah siap beroperasi dan saat ini tinggal menunggu persetujuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
“Cath lab insyaallah sudah aman. Memang kita sudah melaksanakan, kemarin itu sudah ada sembilan pasien, tapi lewat bukan BPJS ya karena BPJS belum ACC, kita pakai asuransi,” ujar Ahmad Husin. (Juri/Jurnal)











