Jurnalindo.com, – Sebuah truk bermuatan gypsum dan casting terguling hingga menutup seluruh badan Jalan Raya Pati-Gembong, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kecelakaan yang terjadi sekitar 100 meter di sebelah timur MTsN 3 Pati itu menyebabkan arus lalu lintas dialihkan.
Truk bernomor polisi K 9384 ET tersebut dikemudikan Arifin, warga Kudus, dari arah Gembong menuju Tlogowungu. Berdasarkan pengakuan sopir, kecelakaan bermula saat dirinya berusaha menghindari mobil dari arah berlawanan yang diduga masuk ke jalurnya.
“Mobil yang saya hindari itu berada di lajur kanan, jalur saya. Kalau tidak salah mobilnya antara Panther atau Avanza. Tapi langsung lari meninggalkan lokasi,” kata Arifin.
Untuk menghindari tabrakan, Arifin membanting setir ke kiri. Namun, truk kehilangan kendali saat berada di bahu jalan hingga akhirnya oleng dan terguling melintang di tengah jalan.
Akibat kejadian tersebut, muatan berupa kantong gypsum dan papan partisi berserakan di badan jalan. Kondisi ini membuat jalur utama Pati-Gembong tidak dapat dilalui kendaraan seperti biasa.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Pati, Aiptu Arif D Kurniawan, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sopir dan kernet truk hanya mengalami luka ringan berupa lecet-lecet.
“Untuk sementara korban tidak ada, hanya materil saja. Arus lalu lintas yang terjadi di Jalan Pati-Gembong sementara aman dan lancar karena ada pengalihan arus,” ujar Arif.
Petugas kemudian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan dari arah Pati menuju Gembong maupun sebaliknya melalui jalur alternatif Desa Kedungbulus.
Pengendara sepeda motor masih diperbolehkan melintas melalui jalur alternatif di pematang sawah sekitar lokasi dengan arahan warga setempat.
Sementara itu, kendaraan roda empat harus mengikuti pengalihan arus yang telah ditentukan.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi truk yang terguling masih dikoordinasikan oleh pihak berwenang.
Pengguna jalan dihimbau untuk berhati-hati, mematuhi arahan petugas, dan memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan di sekitar lokasi kejadian. (Juri/Jurnal)











