Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat di Pati, Tekankan Pendidikan Bersih Tanpa Titipan

Jurnalindo.com, – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf meninjau langsung Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati di Sentra Margo Laras, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jumat (15/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengapresiasi perkembangan para siswa yang dinilai semakin baik, baik dari sisi akademik, karakter maupun kesehatan.

Menurutnya, proses pembelajaran di SRMP 12 Pati berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Di SRMP 12 Pati, perkembangan berjalan lancar dengan adanya perkembangan prestasi, anak-anak nyaman, fisiknya semakin sehat, dan bisa mengikuti proses pembelajaran yang sudah dijadwalkan oleh kepala sekolah. Ini suatu hal yang menggembirakan,” ujar Gus Ipul.

Ia juga menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak lepas dari peran guru, wali asuh, hingga dukungan orang tua siswa yang memiliki semangat sama dalam mendampingi pendidikan anak-anak mereka.

“Orang tua siswa punya semangat yang sama memberikan semangat ke putra-putri agar proses pembelajaran terus berjalan dengan kerjasama antara guru, sekolah, siswa dan juga para wali asuh. Ini hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” lanjutnya.

Gus Ipul menjelaskan, program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program tersebut, kata dia, merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat kurang mampu agar tetap memperoleh hak pendidikan.

“Ini persembahan Presiden Bapak Prabowo Subianto untuk keluarga paling tidak mampu yang sosial ekonomi di desil 1,” tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah daerah melakukan verifikasi ketat terhadap calon siswa agar program berjalan tepat sasaran. Gus Ipul menegaskan penerimaan siswa harus bebas dari praktik titipan maupun suap.

“Diharapkan bersih tidak ada titipan, tidak ada KKN, suap-menyuap karena yang bisa sekolah yang memenuhi kriteria dan tidak ada tes akademik,” pesannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena Kabupaten Pati dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejak 2025.

Ia mengaku bangga karena program tersebut membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita.

“Terimakasih Pak Presiden Prabowo, kami terharu ternyata banyak warga Pati yang sekarang mengikuti Sekolah Rakyat ini,” kata Chandra.

Menurutnya, sistem pembelajaran di SRMP 12 Pati sudah mulai bertransformasi secara digital dengan dukungan guru-guru inovatif. Ia bahkan menyebut pola pendidikan di sekolah tersebut sudah menyerupai sekolah internasional.

“Saya melihat anak-anak semua cara bersikap, cara belajar sudah seperti sekolah internasional. Semua sudah pakai digitalisasi, komputer, dan tidak ada lagi sekolah jadul mencatat satu-satu,” tutup dia. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *