Guru dan Siswi MAN 1 Pati Tembus 5 Besar Esai Terbaik PWNU Jateng

Jurnalindo.com
Jurnalindo.com

Jurnalindo.com, – Guru dan siswi Boarding School Ulul Albab Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati berhasil menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Keduanya masuk lima besar esai terbaik dalam lomba esai yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kompetisi tersebut diselenggarakan secara terbuka dan daring melalui kerja sama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), dan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif. Hasil lomba diumumkan secara daring pada 18 Oktober 2026.

Guru MAN 1 Pati, Fina Rika Istanti, berhasil masuk lima besar kategori guru sekolah atau pondok pesantren melalui esai berjudul “Peradaban yang Dibangun Penerjemah: dari Baitul Hikmah ke Kelas SKI Saya”.

Sebagai pengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fina mengungkapkan bahwa gagasan esainya berangkat dari pengalaman selama mengajar di kelas. Pengalaman tersebut kemudian ia kembangkan menjadi sebuah karya tulis untuk diikutsertakan dalam kompetisi.

“Yang pertama tentu bangga ya. Selain untuk pribadi, prestasi ini juga mewakili MAN 1 Pati. Judulnya termotivasi dari proses saya dalam mengajar di kelas. Jadi, coba saya olah hingga menjadi esai untuk saya ajukan dalam lomba ini,” ujar Fina yang akrab disapa Bu Fina.

Sementara itu, prestasi serupa diraih Alif Nur Rohmah, siswi sekaligus santriwati Boarding School Ulul Albab MAN 1 Pati.

Ia berhasil masuk lima besar kategori santri atau siswa MA/SMA/SMK melalui esai bertema fiqih berjudul “Bab Thaharah dan Sumur yang Kering: Fikih Air yang Belum Sampai ke Sumur Kita”.

Alif mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi itu terasa istimewa karena proses penyusunan esai dilakukan dengan waktu persiapan yang relatif singkat.

“Perasaannya luar biasa dan senang banget, karena dengan persiapan yang cukup mepet dalam menyusun esai, akhirnya bisa meraih prestasi tingkat provinsi. Terima kasih juga untuk guru pembimbing saya,” ungkap Alif.

Keberhasilan Fina dan Alif menunjukkan bahwa pengalaman pembelajaran di kelas maupun lingkungan pesantren dapat menjadi sumber gagasan untuk menghasilkan karya tulis yang kompetitif.

Keduanya mengangkat tema berbeda, yakni sejarah peradaban Islam dan fikih, dengan pendekatan yang berangkat dari persoalan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Atas prestasi tersebut, masing-masing berhak memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp1 juta.

Capaian ini menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Pati, khususnya Boarding School Ulul Albab, sekaligus menjadi dorongan bagi guru dan siswa untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, berpikir kritis, serta menuangkan gagasan ke dalam karya ilmiah maupun esai. (Juri/Jurnal)