Jurnalindo.com, – Pati Ora Sepele (POS) akan menggelar Ruwatan Bumi dan Negeri di Alun-alun Pati pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum doa bersama untuk memohon keselamatan sekaligus mengawal proses hukum yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Mengusung tema “Ngruwat Bumi Ngruwat Negeri: Membuang Sengsara, Nyingkirake Angkoro, Nandur Kebecikan, Nyawiji Mbangun Keadilan, lan Kemakmuran”, kegiatan tersebut menggabungkan tradisi Jawa dengan refleksi atas persoalan sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan.
Ketua POS, Suharno, mengatakan ruwatan bukan sekadar ritual kebudayaan, tetapi juga ruang untuk merenungkan kondisi masyarakat dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.
“Ruwatan bukan sekadar ritual kebudayaan untuk memohon keselamatan. Dalam kehidupan masyarakat hari ini, ruwatan juga dapat menjadi ruang untuk merenungkan keadaan negeri, mengingat kembali hubungan manusia dengan alam, dan meneguhkan tanggung jawab bersama untuk memperbaiki kehidupan,” ungkap Suharno.
Anggota POS, Jatmiko, turut menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang semakin berat, mulai dari terbatasnya lapangan kerja hingga meningkatnya harga kebutuhan pokok.
“Lapangan kerja sempit, upah murah, segala kebutuhan hidup semakin mahal, belum lagi apa pun sekarang dikenai pajak,” tuturnya.
Bagi POS, semangat nyingkirake angkara juga menjadi pengingat untuk menolak korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Organisasi tersebut berharap proses hukum terhadap Sudewo berjalan independen, transparan, dan menghasilkan keputusan berdasarkan fakta persidangan serta ketentuan hukum.
Sementara itu, nilai nandur kebecikan dan nyawiji mbangun keadilan lan kemakmuran mengajak masyarakat memperkuat gotong royong, menjaga lingkungan, serta bersatu memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.
Melalui kegiatan ini, POS berharap ruwatan menjadi ruang pertemuan antara doa, kebudayaan, dan kesadaran sosial demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. (Juri/Jurnal)











