Jurnalindo.com, – Ribuan pohon tabebuya yang bermekaran di sepanjang jalan Desa Sejomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menghadirkan pemandangan menyerupai Negeri Sakura, Jepang. Fenomena bunga yang mekar pada musim kemarau ini menjadi daya tarik warga untuk berkunjung, berfoto, hingga membuat konten media sosial.
Mekarnya bunga tabebuya berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026. Warna bunganya yang mencolok, mulai dari merah muda, putih, kuning, hingga orange, menghiasi sejumlah ruas jalan desa. Tabebuya berwarna merah muda tampak mendominasi dibandingkan warna lainnya.
Keindahan tersebut dapat dijumpai di sepanjang jalan Desa Sejomulyo, mulai dari Dukuh Babatan, Garuwan, hingga Gadungan. Tanaman yang kerap dijuluki sakura tropis itu kini menjadi salah satu daya tarik desa, terutama setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Yatno, mengatakan, penanaman tabebuya bermula dari gagasan menghijaukan lingkungan Desa Sejomulyo. Upaya tersebut dirintis sejak 2021 dan melanjutkan gerakan penghijauan yang telah digagas sebelumnya.
Menurut Yatno, ketika menjabat sebagai Ketua Kampung Keluarga Berencana (KB) Percontohan di Kabupaten Pati sekitar 10 tahun lalu, ia bersama Pemerintah Desa Sejomulyo mulai mendorong penanaman berbagai jenis pohon. Saat itu, program tersebut berpusat di Dukuh Babatan yang masih menjadi lingkup kegiatan Kampung KB.
“Dulu saya sebagai Ketua Kampung KB Percontohan Pati, tepatnya di Dukuh Babatan, Desa Sejomulyo. Saat Pak Hardi menjabat kepala desa, penanaman ini diinisiasi dan didukung oleh relawan Laku Aji,” kata Yatno saat ditemui, Minggu (11/10/2026).
Bersama dukungan pemerintah desa, Yatno kemudian membentuk relawan Laku Aji untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Ribuan bibit tabebuya ditanam di sepanjang tepi jalan desa hingga mendekati wilayah perbatasan dengan desa tetangga.
Yatno mengaku tidak menyangka tanaman yang awalnya ditanam untuk penghijauan kini justru menarik perhatian masyarakat luas. Baginya, gerakan tersebut tidak semata-mata bertujuan mempercantik desa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kita nggak nyangka. Setelah tanam, kita bentuk relawan Laku Aji, dengan maksud perbuatan ini ada nilainya atau ajinya. Tujuannya agar desa ini hijau royo-royo, biar bumi semakin indah,” ungkapnya.
Popularitas tabebuya Sejomulyo juga memunculkan rencana perluasan penanaman ke sejumlah wilayah lain di Kecamatan Juwana. Yatno menyebut, relawan Laku Aji telah berkoordinasi dengan Komunitas Kerukunan Umat Beragama (KKUB) untuk mengembangkan gerakan penghijauan tersebut.
“Setelah viral, teman-teman mengajak kita menambah tanaman di berbagai wilayah pedukuhan. Relawan juga koordinasi dengan KKUB. Mereka minta Juwana kita buat seperti Jepang. Pada musim hujan nanti akan kita tanami,” jelas Yatno, yang juga menjabat Ketua KKUB Kecamatan Juwana.
Ramainya bunga tabebuya yang bermekaran terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang datang pada sore hari. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan keindahan bunga dengan berfoto maupun membuat siaran langsung di media sosial.
Jihan, salah satu pengunjung, datang bersama tiga rekannya untuk menikmati pemandangan tabebuya yang sedang mekar. Mereka terlihat berfoto di bawah pepohonan dengan membawa tripod untuk memudahkan pengambilan gambar.
“Ke sini ingin melihat bunga sakura di Desa Sejomulyo. Seperti vibes-nya Jepang,” ujar Jihan saat ditemui di perempatan Dukuh Gadungan.
Ia mengaku mengetahui keberadaan tabebuya di Sejomulyo melalui TikTok. Menurutnya, perubahan penampilan pohon saat musim kemarau menjadi daya tarik tersendiri, terutama ketika daun-daunnya berguguran dan bunga bermekaran.
“Sejak satu bulan ketika musim kering ini, daunnya rontok, bunganya ngembang. Saya tahunya ini dari TikTok,” katanya.
Kini, ribuan tabebuya di Desa Sejomulyo bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bukti bagaimana gerakan penghijauan dapat berkembang menjadi daya tarik masyarakat. Ke depan, perluasan penanaman diharapkan membuat semakin banyak wilayah di Kecamatan Juwana memiliki lingkungan yang hijau dan asri. (Juri/Jurnal)











