Jurnalindo.com, – Penantian puluhan tahun warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, untuk memiliki jembatan penghubung yang memadai dengan Desa Boloagung mulai menemui titik terang. Pembangunan jembatan yang menghubungkan kedua desa tersebut kini telah mencapai progres pengerjaan sekitar 60 persen.
Sekretaris Desa (Sekdes) Trimulyo, Naila Afif, mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi harapan besar masyarakat yang selama bertahun-tahun menantikan perbaikan akses penghubung antar desa.
Sebelumnya, jembatan lama memiliki ketinggian yang relatif rendah sehingga perlu dibongkar untuk dilakukan pembangunan kembali.
“Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membantu mengatasi persoalan banjir di wilayah setempat,”ungkapnya, saat dihubungi awak media, Selasa (13/10/2026).
Jembatan baru tersebut memiliki panjang sekitar 11,4 meter, lebar 6 meter, dan ketinggian 5,3 meter. Saat ini, proses pembangunan masih berlangsung dengan capaian sekitar 60 persen.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat. Selain menjadi akses penghubung antara Desa Trimulyo dan Desa Boloagung, jembatan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Akses yang lebih memadai juga dinilai dapat memperlancar distribusi hasil panen sehingga kegiatan pertanian dan perdagangan masyarakat tidak lagi terkendala kondisi infrastruktur,”paparnya.
Di sisi lain, pembangunan jembatan dengan ketinggian yang lebih memadai diharapkan dapat membantu mengurangi dampak banjir yang selama ini menjadi perhatian warga.
Masyarakat pun berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan, terutama untuk menunjang mobilitas, kegiatan ekonomi, dan aktivitas sehari-hari warga di kedua desa. (Juri/Jurnal)











