Jurnalindo.com, – Kebakaran melanda sebuah toko pakaian di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Minggu (11/10/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 250 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas dari warga setempat pada pukul 19.47 WIB.
“Begitu menerima laporan dari warga, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan bersama sejumlah unsur terkait hingga api berhasil dipadamkan,” ujar Dwi Prasetyo saat dikonfirmasi awak media, pada Senin (12/10/2026).
Toko tersebut diketahui milik M. Sholahuddin, warga Desa Kajen RT 04/RW 01, Kecamatan Margoyoso. Sementara itu, lokasi kebakaran berada di Desa Waturoyo RT 03/RW 06, Kecamatan Margoyoso.
Untuk menangani kebakaran tersebut, pihaknya mengatakan bahwa petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Damkar Pati dan Pos Juwana.
Selain itu, dalam pemadaman pihaknya mengaku mendapatkan bantuan armada dari PG Pakis dan Trangkil serta dua unit tangki suplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.
“Sebanyak enam personel Damkar bersama petugas BPBD, TNI, dan Polri diterjunkan untuk membantu proses penanganan kebakaran,”ungkapnya.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.30 WIB.
“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan kondisi di lokasi aman dan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan,” lanjutnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun dalam kejadian tersebut kerugian mencapai ratusan juta rupiah
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik toko diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp 250 juta,”ungkapnya.
Berdasarkan laporan Damkar Pati, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik di area bangunan toko. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan memastikan penggunaan perangkat listrik sesuai standar keamanan guna mengurangi risiko kebakaran. (Juri/Jurnal)











