Jurnalindo.com, – Sebanyak enam siswa SD Tambahmulyo 2, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, dilarikan ke Puskesmas Jakenan setelah mengalami sejumlah gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (30/9/2026).
Perawat Puskesmas Jakenan, Yuliati, mengatakan keenam siswa tersebut mengalami mual, muntah, pusing hingga lemas. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
“Gejalanya mual-mual, muntah, pusing dan lemas. Kita langsung tangani dan kita kasih obat antimuntah,” ujar Yuliati.
Menurutnya, setelah mendapatkan perawatan, kondisi keenam siswa tersebut berangsur stabil. Mereka kemudian diperbolehkan pulang.
Yuliati menyebut, berdasarkan keterangan siswa, keluhan muncul setelah mereka mengkonsumsi susu kemasan yang diterima hari itu. Para siswa juga mengaku rasa susu tersebut kurang enak.
Meski demikian, secara fisik kemasan susu yang diamankan masih dalam kondisi baik. Sementara tanggal kadaluarsanya juga masih cukup lama, yakni hingga Juni 2027.
“Katanya habis minum susu hari ini dan susunya kemasan. Katanya rasanya kurang enak. Untuk kemasan susunya masih bagus dan kadaluarsanya masih lama, Juni 2027,” jelasnya.
Pihak puskesmas kemudian mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi siswa lainnya. Dari total 21 siswa yang mengalami keluhan, enam siswa dibawa ke Puskesmas Jakenan untuk mendapatkan pemeriksaan. Sementara 15 siswa lainnya memilih tetap berada di lokasi karena kondisinya masih stabil.
“Yang kita bawa ke puskesmas ada enam anak. Yang 15 kondisinya stabil dan tidak mau dibawa kesini,” katanya.
Untuk memastikan penyebab keluhan tersebut, pihak terkait juga telah mengamankan sampel susu yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut rencananya akan dikirimkan kepada dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita sudah amankan untuk sampel dan segera kami kirimkan ke dinas terkait,” imbuh Yuliati. (Juri/Jurnal)











