Jurnalindo.com, – Sebanyak delapan perusahaan menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di Kabupaten Pati pada 2027. Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut diproyeksikan membuka kebutuhan tenaga kerja lebih dari 30 ribu orang.
Komitmen investasi itu terungkap dalam Pati Business Forum yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati pada Senin (28/9/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, forum tersebut dihadiri sekitar 70 perusahaan. Dari jumlah tersebut, delapan perusahaan menyatakan kesiapannya menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk investasi pada 2027.
“Apabila mereka nanti sudah mulai beroperasi di Kabupaten Pati, ke-8 perusahaan itu tenaga kerjanya mungkin lebih dari 30.000 karyawan,” kata Chandra kepada awak media.
Delapan perusahaan tersebut bergerak di sejumlah sektor, mulai dari tekstil, produksi tas dan koper, mainan anak-anak, energi terbarukan, pengolahan sampah menjadi energi listrik, hingga pelabuhan.
Chandra mengatakan Pemkab Pati akan mendorong agar masyarakat lokal menjadi prioritas dalam perekrutan tenaga kerja. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lokal penting agar investasi yang masuk memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Pati.
“Pastinya di perusahaan-perusahaan PMA yang kemarin saya keliling pun itu karyawannya hampir 90 persen dari warga Pati, khususnya perusahaan sepatu di PT Seijin Fashion,” ujarnya.
Ia menegaskan kebutuhan tenaga kerja dari investasi baru tersebut tidak hanya menyasar perempuan. Pekerja laki-laki juga dinilai memiliki peluang untuk terserap di berbagai sektor industri.
“Ini banyak sekali perusahaan, dari tekstil, ada yang tas koper, ada dari mainan anak-anak, ada beberapa, banyak lagi lah. Saya kira perusahaan ini tidak hanya membutuhkan dari wanita, tapi pria pun juga pastinya terserap untuk lapangan pekerjaan di tahun 2027,” jelasnya.
Selain membuka puluhan ribu lapangan kerja, delapan perusahaan tersebut juga membawa nilai investasi yang cukup besar. Total nilai investasi yang direncanakan mencapai sekitar Rp12,6 triliun.
“Ada perusahaan Waste to Energy, ada perusahaan Solar Farm, ada perusahaan pelabuhan. Total LOI yang akan kami tandatangani dengan perusahaan-perusahaan tadi, ada sekitar 8 perusahaan, tadi sekitar Rp12,6 triliun,” ungkap Chandra.
Salah satu rencana investasi tersebut berasal dari PT Sinergi Infra Hijau. Perusahaan ini disebut akan menanamkan modal sekitar Rp5,2 triliun untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.
Investasi di sektor tersebut sekaligus diharapkan menjadi solusi persoalan sampah di Kabupaten Pati. Chandra menyebut produksi sampah di daerahnya mencapai lebih dari 500 ton setiap hari.
“Pati ini tiap hari menghasilkan sekitar di atas 500 ton sampah per hari, nah ini adalah problem yang sangat luar biasa. Kemarin salah satu TPS kita kebakaran, itu penanganan kebakarannya juga cukup lama, hampir tiga hari,” katanya.
Chandra menambahkan, Kabupaten Pati masih memiliki ruang untuk menarik investasi baru. Pemkab Pati mencatat terdapat sekitar 5.600 hektar kawasan industri yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kawasan tersebut berada di antaranya di wilayah Pantura, Trangkil, Sukolilo dan sejumlah daerah lainnya.
“Total sekitar 5.600 hektare ini masih banyak sekali yang bisa kita tarik untuk investasi yang ada di Kabupaten Pati,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











