Masjid Darussalam Tambahmulyo Jadi Titik Cek Kesehatan Gratis, 100 Warga Antusias Periksa

Jurnalindo.com, – Masjid tak hanya menjadi tempat ibadah. Di Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Masjid Darussalam juga menjadi titik layanan kesehatan bagi masyarakat melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan yang digelar pengurus Takmir Masjid Darussalam bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Gabus 1 tersebut berlangsung pada Jumat (25/9/2026). Sebanyak 100 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Ketua Takmir Masjid Darussalam Desa Tambahmulyo, Schammad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian masjid kepada masyarakat. Menurutnya, layanan kesehatan di lingkungan masjid diharapkan dapat memudahkan warga mengetahui kondisi kesehatannya.

“Ini bentuk dari komitmen teman-teman takmir mengadakan baksos. Sebagai khidmah masjid kepada jamaah masyarakat, supaya makmur jemaahe,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, warga dapat melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan, mulai dari gula darah, asam urat, kolesterol, hingga screening Tuberkulosis (TBC).

Koordinator CKG Puskesmas Gabus 1, Parjono, menjelaskan kegiatan CKG di Masjid Darussalam dijadwalkan berlangsung secara rutin sebulan sekali.

Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan layanan yang hadir di tengah lingkungan warga, masyarakat tidak perlu selalu datang langsung ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan awal.

“CKG khusus pemeriksaan kesehatan. Cek gula darah, cek kolesterol dan asam urat sekaligus tracking TBC. Ketika ada indikasi penyakit maka rujukan ke puskesmas untuk menjaga penyakit timbul untuk masyarakat,” katanya.

Menurut Parjono, antusiasme warga cukup tinggi. Sebanyak 100 pasien dilayani dalam kegiatan CKG kali ini.

Salah satu warga, Maryanto (67), mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan di masjid tersebut. Rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Darussalam, sehingga ia cukup berjalan kaki untuk mengikuti pemeriksaan.

Padahal, untuk mendapatkan layanan di Puskesmas Gabus 1, ia harus menempuh jarak sekitar satu kilometer.

“Pelayanan bagus, ramah tamah sangat diharapkan masyarakat. Apalagi datang ke masjid jemput bola daripada datang ke puskesmas agak sungkan, jauh,” tutur Maryanto setelah menjalani pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan tersebut, tekanan darah Maryanto tercatat mencapai 196, sementara kadar gula darahnya berada di angka 116.

“Saya cek gula darah dan tensi. Gula darah tinggi 116, kemudian tensi 196,” terangnya.

Kehadiran layanan CKG di Masjid Darussalam menjadi contoh bagaimana fasilitas yang dekat dengan aktivitas masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi warga yang enggan atau kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan. (Juri/Jurnal)