Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Masuk KLB, Pemkab Tanggung Pengobatan Korban

Jurnalindo.com, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa dan guru setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Status tersebut membuat penanganan korban menjadi prioritas pemerintah daerah. Pemkab Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis, termasuk menanggung biaya pengobatan para korban.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, dirinya langsung memimpin dan memonitor penanganan kasus tersebut begitu menerima laporan, meski saat kejadian sedang berada di Jakarta.

“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” ujar Chandra, pada Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, pembiayaan penanganan korban dalam kondisi darurat dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Hal tersebut lantaran kasus berkaitan dengan keselamatan korban dan masuk kategori KLB.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” katanya.

Hingga Kamis (10/9/2026) dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.

Pemkab Pati terus melakukan pemutakhiran data korban dengan berkoordinasi bersama kepala sekolah, tenaga medis, perawat, hingga pihak rumah sakit.

Tak hanya itu, tenaga kesehatan juga diterjunkan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan setelah mendapatkan perawatan.

“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswi tadi,” ujarnya.

Penanganan kasus dilakukan melalui koordinasi Dinas Kesehatan dengan fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Di sisi lain, Pemkab Pati masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab kejadian. Pemerintah daerah juga akan mengevaluasi proses distribusi makanan dan aspek keamanan pangan dalam program MBG.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Chandra menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan masyarakat Kabupaten Pati atas kejadian tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mengawal kondisi para korban hingga penanganan selesai.

“Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” pungkasnya.(Juri/Jurnal)