Jurnalindo.com, – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama masyarakat Perumahan Wiinong mendatangi kantor PDAM Pati. Kedatangan ini melayangkan somasi kedua kepada PDAM Kabupaten Pati akibat buruknya layanan distribusi air bersih yang dinilai telah berlangsung bertahun-tahun dan semakin parah dalam satu bulan terakhir.
Keluhan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan manajemen PDAM pada Rabu, (1/07/2026).
Perwakilan warga yang terdampak, Nimerodi Gulo atau yang akrab disapa Bang Gulo, mengatakan kondisi paling parah terjadi dalam tiga minggu terakhir. Menurutnya, aliran air sempat mati total. Kalaupun mengalir, debitnya sangat kecil dan hanya berlangsung sekitar 30 menit sebelum kembali berhenti.
“Ini sebenarnya sudah bertahun-tahun, tetapi yang paling parah sekitar satu bulan terakhir. Sangat mengganggu seluruh aktivitas masyarakat,” ujar Gulo.
Ia menyebut ratusan rumah di Perumahan Winong terdampak gangguan tersebut. Selama pasokan air tidak mengalir, warga terpaksa mengambil air dari masjid untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan memasak.
Selain persoalan distribusi air, warga juga mempersoalkan tarif, denda keterlambatan pembayaran, hingga kualitas air yang terkadang keruh. Menurut Gulo, pelanggan tetap dikenakan denda jika terlambat membayar tagihan, sementara ketika layanan air tidak berjalan, tidak ada bentuk kompensasi dari pihak PDAM.
“Kami tidak pernah menunggak tagihan, tetapi ketika air tidak mengalir, tidak ada tanggung jawab. Budaya seperti ini harus diubah,” tegasnya.
Gulo juga meminta Pemerintah Kabupaten Pati dan DPRD ikut mengawasi kinerja PDAM sebagai perusahaan milik daerah. Ia menilai persoalan pelayanan air bersih tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat sebagai pelanggan.
Warga memberikan tenggang waktu tiga hari kepada PDAM untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Jika tidak ada perbaikan, mereka membuka peluang menempuh jalur hukum dengan mengacu pada ketentuan perlindungan konsumen dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Kabupaten Pati, Pariman, menyatakan pihaknya telah menemukan penyebab gangguan di Perumahan Winong, yakni adanya jaringan pipa yang tersumbat.
“Kami menargetkan dalam tiga hari kedepan aliran air di Perumahan Winong sudah berjalan lancar. Tim di lapangan sudah menemukan titik sumbatan dan sedang melakukan penanganan. Mudah-mudahan mulai sore ini sudah bisa teratasi,” kata Pariman.
Ia menjelaskan gangguan distribusi sebelumnya dipicu masalah pada jaringan, kemudian diperparah oleh pemadaman listrik yang menghambat proses normalisasi distribusi air. Menurutnya, saat ini gangguan paling berat hanya terjadi di kawasan Winong dan PDAM berupaya mempercepat pemulihan layanan. (Juri/Jurnal)











